Archive for April 1st, 2008
meminggirkan ingatan
rasanya ingin mengambil ponsel dan menuliskan surat untuknya:
hun, susah sekali meminggirkan ingatan tentang kamu. aku kangen.
tapi urung saya lakukan. tidak. tidak. tidak.
ibu, selamat ulang tahun
kalau ibu masih ada, beliau berusia 64 tahun hari ini.
delapan tahun silam, ibu menutup hidup di usia 56 tahun. umur yang tak lagi muda, tetapi juga belum tua. penyakit yang sangat ruwet menggerogotinya. menggambilnya dari kehidupan kami. umh. kami menyebutnya: semuanya Tuhan yang mau.
memang Tuhan yang mau. saya tak lagi beribu. tapi ibu tetap tinggal di hati.
saya membayangkan ibu di usia 64 tahun. ibu pasti tak berkebaya, seperti simbah. ibu tetap akan mengenakan daster di rumah. tak lagi bekerja. menjadi tukang masak di rumah untuk dua putrinya. “tak gawekke mi godog, sing penting ceblang-ceblung …” menjadi tukang jahit untuk suaminya. sampai-sampai, pakaiannya sendiri pun tak sempat dirampungkan. duduk manis menonton teve. menyirami kebun ayah. menjadi tukang angkat telepon. mengunjungi rumah simbah buyut di desa. membawakan lauk saban sore untuk simbah. beberes rumah, dan menyetrika. dan si bungsu merebahkan kepalanya ke pangkuan ibu saat letih mendera.
tetapi tidak. Tuhan tak lagi mau ibu mendampingi kami. Dia sendiri yang menggantikannya. dan, ibu tinggal duduk manis saja di surga. dengan ayah. dengan simbah.
untuk ibu yang senyumnya seringan kapas: selamat ulang tahun.
tell me that you lie …
“tell me that you lie …” katanya.
saya menggeleng. padanya, saya mengangguk. mencoba meyakinkan bahwa saya tidak berbohong. iya, memang saya tidak berbohong. saya bilang padanya, “ibu saya ulang tahun hari ini …”
sekali lagi, dia bilang, “no … tell me that you lie. bagaimana bisa kita ulang tahun pada tanggal yang sama, dan ibu kita juga ulang tahun pada tanggal yang sama?” tanyanya.
saya menggeleng. “saya tidak tahu. kenyataannya begitu!”
dan, memang begitu senyatanya.
pagi dalam perjalanan dari jakarta ke jogja, saya mengintip paspor kyle. saya bilang, “owh, kita ulang tahun pada tanggal yang sama!” kyle yang sedang membaca majalah, langsung meletakkan majalah itu, menatap saya dan menggeleng. “tidak mungkin …” tapi, memang begitu. mungkin. dua orang berulang tahun pada tanggal yang sama, bukankah sangat-sangat-sangat mungkin?
kami kemudian tidak pernah membincangkan lagi. hanya saja, saya mencoba mencemati kebiasaan, tingkah laku, sifat dan watak yang melekat pada kami. sama? tidak sama?
kami punya banyak kesamaan: bukan makhluk pagi. suka outdoor activities. penyuka kodok dan gajah. tak suka keteraturan.
dan malam ini kami menemukan hal baru: ibu kami ulang tahun di tanggal yang sama.
esti berteriak lewat surat elektroniknya. “whatttttt??????? sampe ibu saja ultahnya sama?”










