ini sakit, jadi jangan tertawa
matanya sampai berair menahan kegelian. ia tertawa tiada henti.
oops. padahal saya sedang tidak melucu. sebaliknya, saya sedang kesakitan, nyeri. tangan kanan kiri. lutut kanan kiri. sakit semuanya. saya terjerembab usai ditabrak roda dua yang melawan arus, dan dengan arogannya bilang, “kalau nyebrang lihat kanan kiri dong …”
dan, saya masih juga ditertawakan.
rasanya ingin menangis. sungguh. rasanya ingin menangis. sakit sekali. apalagi, alkohol sudah disapukan tommy pada lutut dan lengan saya.
coba deh, lain kali merasai apa yang saya rasakan sekarang. saya akan mengacungkan dua jempol kalau masih bisa tertawa.
(mas-mas security, terima kasih sudah menolong saya. maturnuwun sanget)




![Almost Like Another Planet... Pamukkale Sunset (UNESCO World Heritage) [Explore First Page, THANK YOU] Almost Like Another Planet... Pamukkale Sunset (UNESCO World Heritage) [Explore First Page, THANK YOU]](http://static.flickr.com/7217/7222907624_572d3bbf1c_t.jpg)






[...] kata-kata ini. kemudian berpindah di kolong meja di kubikel. dan, menjajal mengisi angin pada akhir bulan lalu. dan sepeda harus terkadang di pelataran lobby. [...]
The red femi
May 27, 2008 at 3:21 pm
[...] kata-kata ini. kemudian berpindah di kolong meja di kubikel. dan, menjajal mengisi angin pada akhir bulan lalu. dan sepeda harus terkadang di pelataran lobby. [...]
Femi Adi Soempeno » siap bersepeda lagi
September 17, 2009 at 5:52 am