Archive for May 17th, 2008
ada dinosaurus di kos-kosan
pagi ini saya dikejutkan dengan teriakan teman-teman kos.
“telurnya sudah pecah! dinosaurus! bayi dinosaurus! keluar dinosaurusnya! …” owh. pagi terasa lebih cepat datang mendengar hingar-bingar itu. saya ingin beranjak. tapi mata tak bisa terbuka. *dasar malas* dan saya memilih menanti hingga tubuh ini sungguh-sungguh sempurna untuk bangkit dan menyambut kelahiran bayi dinosaurus di rumah palmerah.
telur dinosaurus itu dirawat oleh rebecca atau kak becca. eh, bukan dierami, lo. sudah beberapa hari ini, saya memang melihat ada telur terendam dalam toples kaca di ruang tengah. saya pikir, siapa yang kurang kerjaan merendam telur dalam toples begini. putih, seperti telur kampung, hanya saja berukuran besar. tak menyangka, ada bakal dinosaurus di dalam sana.
dan kami semua menyambut pagi dengan meriah untuk kemunculan si bayi dunosaurus. entah, kak becca menamainya dengan nama apa. warnanya oranye. kaki (tangan??) terangkat ke atas, menengadah. warna keputihan memenuhi telapaknya. seperti memberi salam.
aih, bayi dinosaurus, selamat datang.
dan telur kian menciut, sementara dinosaurus semakin membesar. entah, bagaimana memberinya asupan gizi yang seimbang sementara kak becca sangat menyukai mie dan kopi saja.
pada kak becca, saya pesan bayi bebek.
menata hidup untuk sendiri
seorang sahabat menjawab keresahan saya.
ia bilang, sendiri tetap membuatnya nyaman. bahkan, sangat nyaman. memiliki pasangan saat ini, belum tentu membuat dia menjadi senyaman sekarang. bisa jadi, tak lebih nyaman.
iya juga, apa sih yang dicari kalau bukan kenyamanan. sendiri atau tidak sendiri, yang dibutuhkan adalah kenyamanan.
dan saya membayangkan hidup saya saat ini seperti croissant plain.
saban melahapnya, saya punya pilihan untuk menyantapnya begitu saja, atau mengisinya dengan sayuran maupun sosis. saat ini, saya sedang mencari tukang makan yang paling doyan makan, apakah croissant plain selamanya akan menarik, ataukah mengisinya dengan beragam isian.
nyatanya, banyak yang bilang croissant plain sama menariknya dengan croisan isi bla bla bla.
humh.
bagaimana kalau saya memilih untuk hidup seperti croissant plain? suatu hari kelak, saya bisa mengisinya dengan irisan sosis babi, sapi maupun ayam. riuh dengan keriaan teman-teman. tapi di hari yang lain kelak, saya juga bisa mengisinya dengan olahan sayuran seperti tomat, selada, bawang bombay. ceria diantara rerubungan relasi yang berjejalin dengan saya. dan saya juga bisa mengisinya dengan keju yang meleleh, rajangan bawang bombay dan irisan telur. aih. kegembiraan lain ditawarkan oleh keajaiban sepotonng croissant.
saya sedang memilih.
tapi dengan mengabaikan omongan para tukang makan, saya pun suka dengan croissant plain. gurih dan tetap menawarkan kelezatannya sendiri. dan hidup saya pun seperti itu kini.
merindu
saya mencermatinya dengan seksama. saya tahu betul, saya rindu padanya.
tiga potret berbaris rapi. dia dan saya. iya, dia dan saya. perjumpaan terakhir itu membuat hati meranggas kini. rindu, saya rindu sekali padanya. pada tawa renyahnya. pada anggukan dan senyum hangatnya. pada ejekannya dan selorohannya.
dan hingga kini saya belum mengemasi semua perkakasnya, seperti yang biasa saya lakukan pada relasi-relasi sebelumnya. ia masih berjejak kendati jarak kami menebal, dan kian tebal. joey mcintyre bilang dalam lagu LA Blue-nya:
maybe I’m crazy but I think I’m here to stay
where my soul’s 3,000 miles away
I don’t need a million dollar deal to make me
damn I miss you
tak mudah mengikis jarak 3584 miles ini. dan semesta tetap saja membiarkan hati ini sepi, sembari menguatkan hati agar tak pernah berhenti berharap.
ah. tokiko onose.










