The red femi

pizza

leave a comment »

PIZZA. Aku suka sekali pizza.

Aku mengadakan perpisahan kecil dengan teman kerjaku di Kanisius dengan makan pizza di Pizza Hut Jogja. Pun malam minggu pertamaku di Batavia, kuhabiskan dengan makan satu pan pizza ukuran medium, berdua dengan Nanang. Tak banyak aku tahu tentang beragam pizzeria (kedai yang hanya menyajikan pizza) di Jakarta ini karena di Jogja hanya ada Pizza Hut saja. Maka aku menyeret temanku untuk menghabiskan malam minggu yang sepi di Pizza Hut Mal Taman Anggrek yang bising dan penat oleh sliweran banyak orang.

Ya, ku suka sekali Pizza.

Semua menu pizza di Pizza Hut sudah kucobai semuanya. Sesunguhnya aku tak yakin benar apakah rasa pizza yang ada di rongga mulutku sama dengan pizza di lain tempat di belahan dunia yang lain. Pun, apakah pizza di Pizza Hut Mal Taman Anggrek sama dengan pizza di Pizza Hut di San Fransisco sana. Junk food. Itu kesan pertama bapakku ketika aku mengunyah pizza di depan batang hidungnya. Beliau berpesan: jangan terlalu sering makan junk food, merusak badan, makan gado-gado saja.

kalau sedang makan pizza bersamanya, kadang aku membayangkan dia memasak pizza untukku. Hehehe … dia, sebagai pizzaioli (koki pizza) memanggang pizza untukku dalam tungku (oven) terbuka yang terbuat dari batuan vulkanik.

Aku ingin makan pizza dengan anchovies atau ikan asin. Yang kutahu, topping italian pizza memakai anchovies untuk pizza. Aku ingin tahu bagaimana rasanya pizza yang memakai anchovies. Aku sangat suka topping apapun pada pizza yang kumakan. Rasanya lezat sekali kalau pizza crust dipenuhi dengan topping yang lezat, seperti paprika, bawang bombai, nenas, jamur, salami, pepperoni …

Aku ingin makan pizza yang bentuknya bukan lingkaran, Sicilian Pizza yang bentuknya segi empat. suatu hari aku makan di Izzi Pizza. seorang teman mempromosikan Izzi Pizza sebagai tempat makan pizza yang suasananya asyik, dan lebih romantis ketimbang pizzeria lainnya. Karena lidahku terbiasa dengan Amerikan Pizza di Pizza Hut, aku rada kaget ketika pelayannya menyuguhkan pizza a la Izzi Pizza dengan thin crust. Waduh, pasti rasanya enakan pizza-nya Pizza Hut neh, soalnya tipissss bangeti. Aku hanya bergumam seperti itu. Aku jadi ingat bahwa thin crust adalah versi asli pizza, dan pizza crust di Pizza Hut bukanlah pizza sejati. Sampai sekarang aku masih ingin mencicipi pizza italia, dengan jenis pizza yang agak tebal, dibuat dengan bahan dasar roti khusus yang disebut foccaccia.

Seorang teman pernah bercerita soal sejarah Pizza. Katanya, junk food yang satu ini bukan makanan asli amrik. Banyak orang kemudian beranggapan bahwa pizza adalah makanan asli Italia. Padahal sebenernya pizza bukan dari Italia. Dari sejarah pizza, kuketahui bahwa pizza sudah menyejarah dalam pola kebiasaan makan roti manusia sejak berabad-abad yang lalu. Orang Libanon, Romawi, Mesir, Turki, Yunani, Yahudi sampai saat ini masih makan roti yang bentuknya lingkaran, rata (flat) dan rasanya tawar yang kini orang menyebutnya pita bread. Ketika ini digunakan untuk bahan dasar pizza, kemudian disebut dengan pizza crust.

Kalau tidak salah, kata ‘Pizza’ adalah turunan dari kosa kata Yunani ‘picea’ yang artinya ‘menggosongkan roti’. Dulunya pizza dibuat dengan cara memanggangnya tungku tanah liat, sehingga rada gosong. Menjelang masa Renaissance di Napoli, Italia, petani membuat roti tawar dari gandum dan minyak zaitun. Mereka kemudian membubuhi roti tawar itu dengan irisan keju mozzarella yang terbuat dari susu kerbau. Inilah kelezatan yang tiada duanya! Napoli kemudian menjadi ibukota atau kiblat pizza dunia.

“Tahu tidak,” kataku suatu hari padanya, “Aku sangat menikmati slices demi slices pizza yang kumakan bersamamu …”

Written by femi adi soempeno

October 9, 2004 at 7:29 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: