The red femi

ayah, aku ingin pulang

leave a comment »

hari ini kurajut hari untukmu, ayah. aku ingin pulang. di daun jendela, aku menemukanmu yang berbaik hati menjadi inspirasi hariku. di rimbunnya dedaunan, aku juga menemukanmu yang menjadi bagian tak terpisahkan dari rajutanku. aku ingin pulang.

aku mengingatmu, dan selalu mengingatmu. guratan senja di wajahmu, bukan gurat kepasrahan, melainkan gurat ketegaran bah kokohnya hutan cemara yang senantiasa tegak berdiri. kalau boleh memilih, aku ingin tinggal bersamamu. aku ingin pulang.

kau biruku ayah, kau juga merahku. kau memiliki kuningku, kau juga menyimpan jinggaku. hidupku, tak bisa dipisahkan oleh kumpulan awan yang kau rangkaikan untukku. pijar ketuaan di wajahmu, menghembuskan sejarah 77 tahun hidupmu. kelam tapi bersahaja. aku ingin pulang.

kau tak pernah memilih menjadi seperti ini. percayalah ayah, langit biru tetaplah biru. saat ini adalah episode kebahagiaanmu, a happy ending story. tertawalah ayah, bergelaklah ayah, tersenyumlah ayah, berbinarlah ayah … ayah, aku sungguh ingin pulang. kubawakan pelangi untukmu ayah, dari anak bungsumu.

berterimakasihlah pada udara ayah. udara lah yang mengantarkan larik sapa mu untukku. semburat senja mengantarkan senandung kecilmu untukku. gerimis berbisik, dan kau tetap ada disana. menungguku. membawa pelangi untukmu.

Written by femi adi soempeno

October 12, 2004 at 7:36 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: