The red femi

kaki

leave a comment »

kaki saya rasanya mau patah.

entah, kedua kaki ini pegel banget rasanya. seperti mau copot. atau, seperti nggak punya kaki? saya harus bersyukur bahwa Dia masih memberi organ yang komplit bagi saya. rasanya seperti abis jalan jauuuuh banget. sehingga kaki ini butuh digantung, butuh sebentar disandarkan.

saya jadi ingat, saya sering jalan ber puluh kilometer jauhnya saat sekolah di muntilan dulu. semuanya saya lakoni dengan enteng. pegel sih pegel. tapi rasa pegel itu berbaur dengan dingin yang menusuk tulang saat badan ini merebah di kasur alot asrama. jadinya, mau nggak mau ya capai kaki ini lenyap.

asih, teman kos saya, selalu merendam kakinya jika terasa lelah. kalau tidak salah ingat, dia merendam di air hangat yang dicampur dengan garam. mmm, ngefek nggak yah? jangan-jangan itu hanya sugesti atau kepercayaan saja.

sayangnya nggak ada resep yang ditularkan oleh ibu saya, bagaimana mengobati kaki yang lelah. soalnya, ibu saya hanya meminta untuk tidur, istirahat saja kalau kakinya capek. mentok-mentoknya, kaki atau betis ini diganjal dengan bantal atau guling yang empuk.

Written by femi adi soempeno

July 19, 2005 at 4:30 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: