The red femi

yang terindah dalam hidup

leave a comment »

seseorang menghujani saya dengan beragam pertanyaan.

apa yang terindah dalam hidupmu, fe?
yang terindah dalam hidup saya adalah mengenal begitu banyak orang dan hidup dari satu deadline ke deadline yang lain. pernah nggak terpikir bahwa saya bahagia bisa mengenalmu? menjabat tangan dengan hangat, saling bertukar nama dan nomer telepon, adalah hal yang menakjubkan. dunia menjadi bertambah luas.

kamu bahagia mengenalku?
tentu saja. bahkan ketika kamu menyakiti saya pun, saya masih bisa tertawa kok, kendati saya tertawa dengan derai air mata. apa itu munafik? rasanya tidak. tidak ada alsan bagi saya untuk menjadi perempuan yang munafik. jika saya marah dan ingin menampar, pasti saya akan marah dan menampar. tapi jika saya marah dan ingin memelukmu, pasti saya akan marah dan memelukmu. sudah lupa ya?

jangan balik bertanya. aku hanya ingin bertanya, bagaimana hidupmu kini?
ya ampun. kita sudah berbicara panjang lebar, dan kamu masih bertanya bagaimana hidupku? oh my gosh! tentu saja hidup saya menyenangkan. akan lebih menyenangkan lagi kalau saya mati muda. bukan, bukan meniru gie. tapi hanya ingin saja. memang, hidup  terlalu singkat untuk dilewatkan begitu saja. hutang saya masih bertumpuk, juga padamu. saya berhutang kasih padamu kan?

itu cerita lama, kan fe?
lama atau baru, cinta adalah cinta. saya melompat dari satu kasih ke kasih yang lain. tahu tidak, seorang teman berujar pada saya, bahwa saya adalah manusia penuh cinta. uwh, saya sih nggak mau narsis. tapi dia kok yang bilang begitu pada saya.

bisa aku mendapatkan cinta dan kasih itu?

butuh berapa besar? satu tong? satu kresek? atau hanya sebesar upil? jangan sakiti saya kalau begitu.

kalau begitu, pertanyaannya akan sama lagi kuajukan padamu. apa yang membuatmu bahagia, fe? uh, maaf, pertanyaan ini pernah kulemparkan duluuu … dulu sekali ya!

apa yang membuatku bahagia? yang membuatku bahagia adalah hidup dari satu kelelahan ke kelelahan yang lain, dari satu tenggat ke tenggat yang lain. yang lainnya, bisa membagi kasihku bagi orang-orang yang menyakitiku. tapi itu sulit. sulit sekali.

Written by femi adi soempeno

September 12, 2005 at 3:59 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: