The red femi

hampa

leave a comment »

rasanya kok selalu hampa jika derit roda kereta yang berhimpitan dengan relnya mengarakku menuju jakarta.

rasanya kosong gitu lowh. nggak bermaksut mellow-bellow, tapi ya begitulah suasana hati jika berpamitan sama ayah, minta doa restu si kecil mau bekerja, dan kaki ini melangkah ke stasiun. selalu saja, rasanya masih jadi anak kemarin sore, anak bawang, anak ragil, yang manja dan harus dipuk-puk dan nggak berani menantang matahari.

im nobody, and im nothing. apalagi di jakarta. ibarat kapstok ato gantungan baju, ada bajunya tapi kagak ada gantungannya gitu lowh. that’s why rasanya selalu sepi disini.

so, what next? kereta bisa aja telat didatangkan dari gudangnya. tapi jika saatnya berangkat, toh harus berangkat juga.

dan pagi ini gue sudah tiba di jakarta. aku masih rindu ayah!

Written by femi adi soempeno

September 26, 2005 at 3:55 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: