The red femi

jam terbang

leave a comment »

“jam terbang atau pengalaman orang, itu nggak ada yang bisa mencurinya!” seru Tjandra Agus, ketua Jogja Flying Club.

sampai hari ini, dikepala saya masih terngiang ucapan mas agus tempo hari soal jam terbang. bukan, bukan soal jam orang menerbangkan pesawat –karena dia adalah pilot pesawat trike. tetapi soal pengalaman orang.

ia mengisahkan, jam terbangnya sekitar 490 jam sejak penerbangan pertamanya di tahun 2001. “Bisa saja saya bilang sama femi kalo jam terbang saya 800 atau 1000 … saya bisa bohong pada femi karena femi nggak dekat dengan dunia dirgantara, tapi tentu saja saya nggak bisa bohong pada instruktur trike atau yang mengerti dengan pesawat, seperti mas Hari Agung,” celotehnya. menurutnya, ia bisa ketauan boong saat mas hari agung atau yang lainnya, memboncengnya dengan pesawat trike dan mengamati bagaimana ia menghadapi alam.

menghadapi alam? tentu. jagat raya dan alam yang dihadapi mas agus bukan hanya soal mainan pasir di tepi pantai. tapi, bertaruh nyawa di udara. bagaimana menghadapi kabut tebal, bagaimana jika terjadi hujan deras di ketinggian ribuan feet, bagaimana take off dengan thermal yang tak mendukung, bagaimana mendarat dengan angin yang datang dari samping. “bagaimana bisa melaluinya, ini adalah soal jam terbang … dan jam terbang atau pengalaman orang, itu nggak ada yang bisa mencurinya!” ujarnya.

iya, benar, benar sekali. jam terbang adalah soal pengalaman. bagaimana menghadapi ini atau itu, tentunya ada teknik, ada cara, ada strategi yang setiap orang nggak bakal sama. pengalaman ini nggak bisa dicuri, bahkan dibikin-bikin, apalagi diimajinasikan. berbahaya.

jam terbang atau pengalaman, juga nggak bisa dicurikan dari orang lain. misalnya, kisahnya si anu menghadappi jebakan awan yang sangat tebal, tentunya nggak bisa di-bual-kan sebagai pengalamannya mas agus. atau, membayangkan bagaimana menghadapi hujan derat dan awan hitam saat mengudara, kemudian dibualkan sebagai sebuah pengalaman yang pernah dilakoni –padahal belum.

iya, benar, benar sekali. jam terbang adalah soal pengalaman. kalau mas agus punya pengalaman 490 jam untuk terbang dengan trike, saya kok jadi ingin menghitung, berapa ya jam terbang saya menulis …

Written by femi adi soempeno

October 17, 2005 at 3:52 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: