The red femi

Maab, ayah, saya tidur lamaaa

leave a comment »

Hari masih sore ketika saya menyalakan laptop. Jam 16.00. Tapi kok saya ngantuk.

Ya, saya lebih memilih tidur ketimbang melototin komputer. Maklum, saya jarang punya waktu tidur yang rada lama. Jadinya, kalau berasa ngantuk, saya memilih tidur. Eh, jangan salah, bisa ngantuk dan tidur pulas itu sebuah keajaiban tersendiri, lo!

Saat itu, saya ngga tahu ayah lagi dimana. Mungkin lagi di dapur, atau lagi di kebun, atau … nggak tahu. Ya saya langsung tidurrr aja.

Saya tahu ayah memijit-mijit lutut saya untuk membangunkan saya. “Bapak sembhayangan dhisik …” pamit ayah. Saya tahu, jika ayah berpamitan untuk sembhayangan di lingkungan, maka itu artinya sudah jam 19.00. Dua mata ini mau melek sebentar, tapi ya kemudian tidur lagi.

Dan saya baru bangun pagi harinya, saat jam dinding di kamar menunjukkan pukul 08.00!!!

Written by femi adi soempeno

October 29, 2005 at 3:44 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: