The red femi

tolong belikan saya celana jeans

leave a comment »

tolong, belikan saya celana jeans.

saya kekurangan celana jeans. lihat, celana saya sudah habis. mmm, maksut saya, beberapa celana saya sudah tidak muat untuk badan saya yang menambun. uwh …

merunut sejarahnya, jeans dulunya hanya diperuntukan bagi mereka kaum bawah yang mengais rezeki di pertambangan emas atau yang bekerja di pertanian. wel, times goes by … dan jeans sudah naik kelas menjadi pakaian yang tak akan lekang di makan zaman. jeans tak lagi mengenal kelas, usia, gender, bangsa bahkan ideologi sekalipun.

ada jeans yang dibikin embroidered jeans atau jins yang ditambal-tambal, painted jeans atau psychedelic jeans. ada juga orang yang suka merobek-robek celana jins di bagian paha maupun lutut demi sebuah model atau pun trend tersendiri. kalau saya sih … saya suka apa adanya saat saya beli. kalau nggak sobek, ya tentunya nggak akan saya sobek, kecuali tersobek dengan sendirinya!

konon, jeans mulai bersinggungan dengan dunia mode saat produk itu mendapat perhatian dari industri fashion pada tahun 1940-an. jeans bukan hanya celana, tetapi juga rok dan jaket. lebih-lebih, jeans mulai terdongkrak statusnya saat Calvin Klein, Chanel, Guess dan lainnya merambah jenis pakaian ini. malah, Levis sebagai salah satu brand yang sangat terkenal di jagat per-jeans-an nampaknya sangat paham selera konsumennya.

tolong, belikan saya celana jeans. …

Written by femi adi soempeno

January 23, 2006 at 1:23 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: