The red femi

saya kok enggak dipangku?

leave a comment »

minggu ini long weekend.

lihat, stasiun tanah abang terasa sesak. tak seperti biasanya. harap maklum, besok selasa libur panjang, sehingga banyak yang merencanakan cuti atau membolos. saya sendiri harus pulang minggu ini. bukan karena mau berencana membolos atau sudah mengabil cuti, tetapi emang harus pulang di hari jumat ini, dan kembali lagi ke jakarta pada hari minggu.

saya cukup beruntung, mendapatkan jatah kursi atau TD alias tempat duduk bersama dengan teman-teman seperjalanan. terbatas. saling berhimpitan. tapi semuanya saling berbagi. ini namanya senasib sepenanggungan.

saya duduk di paling ujung. tapi saya harus bergantian duduk dengan soedhar, teman saya, yang ga kebagian tempat duduk. tak apa. seorang perempuan muda nan cantik tampak ikut menumpang kereta ini. ia membeli karcis, tetapi tampaknya sudah kehabisan tempat duduk. ia datang bersama dengan … mmm, nggak tahu temannya, nggak tahu saudaranya. tapi kok mesra ya? tak urung, pemandangan yang mesra itu bisa menjadi bahan obrolan yang menarik. “berani nggak pegang pantatnya?” atau “berani nggak memangku mbak nya?” atau “mas nya aja yang suruh duduk disini, nanti kamu yang gantian meluk mbak nya sambil berdiri. lumayan lo, sampai jogja!”

hihihi …

kereta penuh. semua orang yang mengantongi tiket tanpa TD harus berdiri. mereka juga tak bisa duduk. maklum, kereta begitu padat. satu dua penjual makanan mengurungkan niatnya untuk memasuki gerbong empat yang penuh ini.

berbagi kursi. membuncahkan tawa. inilah perjalanan yang paling meletihkan.

pagi yang indah. kereta tidak datang terlambat! saya tengok kanan kiri, sebagian penumpang sudah turun di gombong, kebumen … tapi gerbong ini rasanya tetap penuh juga!

lihat, mas anton tampak memangku seorang perempuan! astaga!! ini mimpi apa ya? perempuan muda itu tampak asyik ngobrol dengan mas anton, sembari duduk di kedua paha mas anton. keduanya membentuk segitiga ssama kaki. aih …

buru-buru saya mengambil ponsel saya, dan melemparkan protes saya pada mas anton. bunyinya kira-kira begini: lebih dari dua tahun kita berteman dan pulang jogja bersama. tapi kalau aku ga dapat tempat duduk, kamu membiarkan aku duduk di bawah. belum pernah kamu menawari aku untuk kamu pangku. sekarang? kamu kok memangku perempuan????

tak lama, saya mendapatkan jawaban dari mas anton: yo sesuk tak pangku genti po? hehe … bojon polisi, tante …

aksi mas anton yang spontan memangku perempuan itu menjadi pembicaraan yang mengasyikkan. wah … tebar pesona melulu. semuanya menggoda. semuanya tertawa.

si perempuan muda yang konon bersuami seorang polisi itu turun di kutoarjo. di belakang mas anton, masih berdiri perempuan lain yang letih berdiri semalaman. apakah mas anton memangku perempuan itu? tidak.

dasar …

Written by femi adi soempeno

January 27, 2006 at 1:21 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: