The red femi

sudah saya delete

leave a comment »

Setahun yang lalu, saya dan dia menyambangi beranda rumah lama milik kami.

 Januari 2004

Saya mengenalinya mengenali saya di gedung jangkung di kantor pajak di Jaan Gatot Subroto. Saya mendapatinya di tengah keramaian perburuan berita, di antara membaurnya wartawan. Hingga kami memutuskan untuk mencoba membangun sebuah rumah, sebuah hati. 

 Tetapi ia memilih untuk tinggal di utara. Sedangkan saya memilih untuk tinggal di selatan. Ia memilih untuk membangun rumah yang besar dan mewah. Sebaliknya, saya memilih untuk membangun rumah mungil dengan halaman yang luas. Ia memilih mengendarai mobil CJ7 agar terlihat gagah. Tetapi saya memilih mengendarai VW kodok karena saya suka bentuk klasiknya.

 Tak bisa diselaraskan, tak bisa dipersatukan. Kami merobohkan rumah kami. Kami menggempur kembali hati yang sudah dicoba untuk dibangun. Kami hanya duduk-duduk diberanda saja. Bercerita tentang kesibukan kami masing-masing.

 Januari 2005

Saat itu, saya sudah membangun sebuah rumah baru. Bukan dengannya, tetapi dengan orang lain. Dia yang mengajak untuk menyambangi beranda rumah lama milik kami, bukan saya. Dia selalu menyisihkan waktu dan pulsa untuk bisa menyeret saya kembali ke beranda rumah lama milik kami, bukan saya. Saya tahu, saya sudah punya rumah baru.

 Tetap saja, saya tak ingin menghancurkan rumah baru yang sudah saya bangun. Saya membangunnya dengan kesabaran dan pengertian. Saya membangunnya tak cukup dengan sekadar kasih dan sebentuk sayang saja. tetapi, dia masih mengajak untuk menyambangi beranda rumah lama milik kami.

 Saya hanya duduk-duduk saja. saya tak ingin bergerak dan menengok ke belakang pada rumah kami yang sudah roboh. Bahkan, saya juga tak berkeinginan untuk membangunnya kembali. Saya sudah teteg untuk tetap berada di rumah saya yang baru dengan naungan atap yang berbeda dengannya. Hati saya sudah bulat untuk meneruskan langkah saya bersama dengan penghuni rumah yang baru.

 Januari 2006

Rumah yang baru saya bangun, sudah roboh. Kini, saya hanya berlarian di taman hati saja. sendiri. Saya berada dibawah naungan atap langit, meneruskan jejak langkah saya, menelusuri alur hidup saya.

 Saya sudah melarung sebentuk ingatan tentang dia yang saya jumpai pada Januari 2004, dan yang datang kembali pada Januari 2005. Di Januari 2006 ini, saya sudah mengemasnya dengan sangat rapi dan membiarkannya terbang bersama angin yang menggores pelangi. Episode rintik hujan sudah usai.

Written by femi adi soempeno

February 1, 2006 at 1:15 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: