The red femi

absofuckinglutely single

leave a comment »

sebuah perjumpaan kecil terjadi. saya, dengan seorang yang baru saya kenal. namanya kun. dia bukan cenayang. juga bukan ahli membaca masa depan. dia hanya orang biasa yang —saya rasa— memiliki kemampuan untuk mengasah diri: nyandra. sesungguhnya saya memang paling takut dicandra. entah, sejak dulu itu memang rasanya ngeri jika ‘dibaca orang’.

rupanya, dari hasil ‘membaca saya’, kemudian tiba-tiba dia bertutur soal jodoh. waks. saya rasanya seperti ditelanjangi saja. dia kemudian membanjiri saya dengan wejangan soal perjodohan.

“menebak bahwa dia itu jodohku atau bukan, itu gampang kok. setrumnya itu akan terasa lebih greng kalau dekat dengan si anu, ketimbang dengan si anu lainnya. ..”

“wong kalau tulang rusuk kita itu hilang satu, kita itu akan terasa kok, siapa yang menyimpan tulang rusuk itu…”
 
“ciri bahwa si mister anu itu jodoh kita, itu mudah. awalnya pasti nggak menggebu-gebu … semuanya berawal dari biasa saja. tapi semalin lama hubungan uitu semakin menajam. dan setrumnya itu semakin keras. nah, itu pasti jodoh kamu. kalau hubungan kamu dengannya itu sangat agresif dan sangat getol di awal hubungan, wah, itu nanti di endingnya nggak akan ada apa-apa. juga, wajah atau bentuk fisik itu kelihatan mirip, atau sama lah. itu juga ciri bahwa kalian itu berjodoh. ..”
 
“… makanya, jangan keasikan kerja. jangan putus-putus minta jodoh sama yang doatas. berdoalah saat sepertiga malam, atau jam 2 atau jam 3 pagi. bilang sama Tuhan bahwa kamu sangat mengingnkan jodoh yang sudah Dia tuliskan buat kamu. kamu ngarani saja. kamu minta jodoh yang nantinya bisa mengayomi keluarga, bisa membahagiakan kamu, yang menerima kamu seutuhnya, dll. jika kamu nggak putus-putus meminta sama Tuhan, maka Dia pasti akan mengabulkan. dan dia akan mengabulkan sesuai permintaan kamu. kalau Dia luput satu saja, Dia kan akan malu. Tuhan pasti akan kasih yang kamu minta. …”
 
“kita kan nggak tahu bagaimana dan kapan jodoh itu datang. jangan kecil hati. ada yang sudah sejak lahir, sejak mata melek, itu sudah punya jodoh. kamu harus gonta-ganti pacar hingga menemukan jodohmu. ada pula orang yang hingga umur 30 juga belum menemukan jodohnya. tapi catat saja. meskipun ada orang yamng sejak mata melek ini sudah p[unya jodoh, tapi dia akan ada banyak halangannya. yang cerai. yang anaknya banyak banget … nanti catat pula, yang hingga usia 30 belum menemukan jodohnya, tetapi sekalinya dapat jodoh dia akan dibahagiakan oleh Tuhan. makanya kamu harus bersabar …”
 
” … jodoh itu jangan ngarani. saya mau sia dia, mau sama si anu, mau sama mister ini … jangan dibikin. nanti nggak alami. bertemulah dengan jodohmu yang alami”
 
terima kasih.   saya akan senantiasa mengingat ini semuanya.

Written by femi adi soempeno

March 14, 2006 at 12:53 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: