The red femi

perjumpaan kecil dengan teman lama

leave a comment »

seasik-asiknya teman kerja, masih asik teman sekolah!

teman sekolah selalu menyisakan ceritanya sendiri. cerita soal kisah cinta di bangku sekolah. cerita soal acara membolos kuliah. cerita soal kepedihan yang teramat sangat saat diputus oleh sang pacar. cerita soal kehilangan sepede motor. cerita soal ungkapan konyol…

maka malam ini saya putuskan untuk bertemu dengan paimun. namanya sebenarnya bukan paimun, tetapi anto. lantaran ayahnya bernama paimun, dan sejak SMU dia dipanggil dengan sebutan nama ayahnya, maka sampai saat ini saya terbiasa memanggilnya dengan nama ‘paimun’. selain dengan paimun, saya juga bertemu dengan bram, teman yang lekat dengan cerita perburuan gadis tionghoa. juga bimo, orang yang kerap saya dengar namanya, namun tak pernah saya jumpai batang hidungnya. bersama dengan deon, kami berlima memutuskan untuk menghabiskan malam di terrace cafe.

dua pitcher minuman dipesan. bersama dengan itu, lelaki yang saya panggil ‘papah’ itu membawakan kacang, popcorn dan kentang goreng. asik asik asik. satu dua gerombolan datang, menyerbu terrace cafe dan menghangatkan malam dengan –meminjam istilah paimun– party boys.

sungguh, saya tak berharap malam itu titik air bersemangat memainkan simfoninya. saya tak berharap malam itu basah. saya tak berharap malam itu hujan mencuci udara malam di Jogja. toh yang terjadi sebaliknya. perjalanan menuju kaliurang memaksa kami berlima untuk bersembunyi dibalik jas hujan yang hangat.

obrolan berpindah. tak lagi di terrace cafe, tetapi di kedai poci astomulyo di kaliurang. tentu saja, bimo sudah menuntut bekal satu pitcher  lagi untuk dibungkus.

tak banyak orang di kedai poci. hanya satu-dua meja yang penuh. bisa jadi, karena ini bukan malam minggu. bisa jadi pula, anak-anak muda belum dapat kiriman dari orang tua mereka. hihihihi … terang saja, saya sendiri cukup berpuas dengan ke-sepi-an di astomulyo. nggak berisik, gitu lo!

baik deon, paimun, bimo, bram maupun saya mengusung cerita sendiri-sendiri. tentang penunggang oddysey yang menyejarah di masa lalu paimun, tentang deon yang masih menjadi jongos di kantornya yang baru, tentang bimo yang ngebet dengan ladya cheryl, tentang bram yang lupa memotret hingga pagi tiba, tentang saya yang ditinggal kawin sama pacar saya. waiiiih …

juga, tentang kedahsyatan kaliurang sebagai arena rekreasi dan berpacaran. tentang hangatnya kamar seharga Rp 25 ribu-250 ribu. tentang paimun yang digebukin banyak orang lantaran sok menjadi hero. tentang … banyak!

pagi sudah menjemput. soto keple sudah menanti. halah … namanya kok ya soto keple. saya nggak begitu mempedulikan. wong kali ini saya nggak lagi liputan makan memakan. yang ada adalah, mengusir rasa kantuk dengan nyoto keple! hidup keple!

Written by femi adi soempeno

March 31, 2006 at 9:04 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: