The red femi

hari ini, saya genap 16 tahun

leave a comment »

hari ini saya genap 26 tahun. usai sudah penantian saya untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi 26 tahun.

setahun rasanya cukup untuk bisa menjajal bagaimana melewati usia 25 tahun tanpa ibu di samping saya. iya. saya pernah membayangkan, bagaimana rasanya ada ibu saat usia saya seperempat abad. ibu dengan rambutnya yang sudah menguban, tentu akan mengundang kembali masa 25 tahunnya. ibu pasti akan bercerita tentang apa yang ia lakukan saat ia berusia 25 tahun. petuah bijaknya pasti akan menjejali kepala saya yang sudah berbeda generasi dalam memaknai ‘usia 25’.

dan waktu terus berjalan. perjalanan menuju 26 tahun saya habiskan dengan menjadi aholic dalam segala hal.

workaholic. saya menjadi lebih gila kerja, setelah saya sudah menyadari sepenuhnya bahwa saya menyukai pekerjaan ini. saya menikmati gaji Rp 1,7 juta sebagai wartawan. saya menikmati ngolong di kolong meja kantor saat teman-teman saya bobok manis di kasur kamarnya. saya semakin jatuh cinta dengan detik-detik menjelang deadline, seolah memaksa saya untuk menuju titik klimaks dengan sempurna: saya bisa melalui semua pekerjaan saya.

wineaholic. saya nyandu wine. buruk? saya rasa tidak. tetapi lihat perut saya yang membuncit. beberapa orang menuduh perut saya buncit karena wine yang bersarang di dalamnya. padahal, saya masih ingat betul, perut saya rata di usia 20 tahun. kini, setiap seminggu, setiap dua minggu … pasti ada wine yang membasahi kerongkongan. pasti ada tertawa lepas di wine lounge di bilangan kemang. pasti ada cekakak-cekikik penuh kejujuran atas cerita-cerita konyol soal hidup yang remeh temeh.

trainaholic. saya sungguh menikmati bagaimana rasanya pulang ke jogja saban minggu dengan kereta api kelas ekonomi. punggung yang letih, dada yang sesak, leher yang rasanya seperti tercacah, hilang begitu kaki ini menginjak kota jogja. hanya untuk ayah saya datang. hanya untuk secuil akhir pekan saya pulang. saya menjadi orang yang lebih berpikir dua kali sebelum naik kereta kelas bisnis maupun eksekutif. masa inilah yang membuat saya semakin yakin bahwa kereta kelas ekonomi oke juga.

swipeaholic. gesek sana gesek sini. setahun ini banyak hal yang terjadi dengan sekotak kartu ajaib yang bernama kartu kredit. bukan, bukan hanya bikin bangkrut saja, tetapi bikin carut-marut dompet di awal bulan. terima kasih, satu-dua bulan terakhir menuju 26 tahun ini saya mulai menata ulang pikiran saya soal kartu kredit. karena, ternyata tagihan terbanyak datang dari vin+ di kemang. aih!

dreamaholic. perempuan penuh mimpi. waks, barangkali ini adalah saya. bermimpi membuat buku, tetapi tak kunjung terlaksana. sudah bikin TOR macam-macam, tapi ternyata hanya menjadi folder yang memenuhi memori di komputer. saya tahu saya bisa. tapi hingga di ujung 25 tahun pun saya tak bisa mengaturnya dengan baik. perlu manajer? hmmmh … saya rasa sih begitu.

eataholic. saya menjadi lebih gemar makan. tolong! rasa ingin diet ternyata tak mampu membendung keinginan untuk terus makan dan makan terus. lihat jarum jam di timbangan yang bergerak semakin ke kanan dan terus ke kanan. apa saja dimakan. mau babi. mau sop. mau buah. mau susu. mau es krim. mau pringles. mau pizza. mau jamu. mau sate kambing …

hanya secuil rasa syukur yang keluar dari hati ini.

Tuhan, terimakasih atas hidup yang indah di usia 25 tahun. terima kasih atas teman-teman yang baik yang ada di sekitar saya. mereka datang dan menggantikan rasa sepi atas kesedihan yang hadir di sela-sela hidup nan penuh wana ini. mereka datang untuk menghibur, membuat ujung mulut ini menyungging ke atas, menciptakan senyum. mereka juga datang untuk memulas masa yang harus saya lalui.

terima kasih atas keluarga yang selalu menjadi rumah yang nyaman di setiap kepulangan saya. ayah yang tak pernah berhenti mensupport saat saya berada di titik nadir. canda dan tawanya membuat ujung minggu saya menjadi bergairah. kedua tangannya yang selalu terbuka untuk setiap kepulangan anak bungsunya. esti yang selalu memanfaatkan kesempatan apapun juga untuk selalu dekat dengan saya dan ayah kendati berada bermil-mil jauhnya. kakak-kakak lain yang juga membuat saya berpikir kembali tentang bagaimana jejaring keluarga itu bisa terangkai dengan sempurna.

terima kasih atas setiap pertemuan kecil dengan orang-orang yang saya tak pernah duga sebelumnya. ajakan makan malam. undangan merah jambu. dentingan cawan di tengah gelak rindu. secangkir kopi dan seiris jadah dengan sederet cerita yang menyertainya. senja yang indah pada pukul 4 sore dari sudut senayan.

Tuhan, terima kasih. saya masih Kau beri hidup hingga waktu menunjukkan pukul 00.00, dan kalender menunjukkan hari ini tanggal 4 april. terlebih, terimakasih bagi ibu yang sudah membawa saya selama 9 bulan 10 hari, melahirkannya secara caesar. sayangnya, beliau tak bisa melihat saya di usia 26 tahun

kini saya berjalan menuju 27 tahun. hmmh, bagaimana ya rasanya menjadi 27 tahun?

Written by femi adi soempeno

April 4, 2006 at 9:01 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: