The red femi

tolong, saya sakit

leave a comment »

lama tak membubuhi halaman ini.

iya, saya kangen untuk bercerita tentang sepenggal hidup yang hilang hari ini, atau kemarin. tetapi badan rasanya tak mampu menyangga. mmm … saya sakit.

nggak berat banget. hanya kelelahan. bisa jadi, ini adlah akumulasi dari kurang tidur dan kurang istirahat yang sering saya lakoni. terkhir, kapan saya sakit? hmm … saya nggak ingat persis. tapi saya tahu, itu sudah lama sekali. banyak orang bilang, saya punya daya tahan tubuh yang bagus. mau melek sampai berapa hari pun kuat. mau berada di depan komputer sampe berapa jam saja mampu. tetapi toh tetap daya tahan orang ada batasnya. lha wong robot saja bisa error, manusia yang rapuh mosok nggak bisa error.

kegilaan datang kemarin Kamis. bangun-bangun, suara saya hilang. haiah … saya nggak bisa mendapati suara saya lagi. buru-buru saya membeli bakso, kentang dan wortel dengan bahasa tubuh. saya hanya mencomot beberapa saja, kemudian saya sodorkan pada adiknya mbak sum, si penjual sayur di depan kosan. saya pun masak di kos. menu pagi kemarin adalah sup panas dan jus tomat.

nggak ribet, hanya bawang dan garam saja. kemudian saya membelah bakso menjadi empat bagian, namun tidak terpotong habis. saya mencacah wortel dan kentang. saya hanya ingin segarnya sop. wah, jadi rindu sop ibu yang ‘cemplang-cemplung’.

tenggorokan sudah bisa sedikit lega. saya bisa bersuara. minimal, mengatakan, “bye, hati-hati ya …” pada teman yang hendak pergi duluan. di kantor, dua jam setelah saya tiba di kantor, saya membeli bakso malang. kuah panas lagi. tapi banyak micinnya. sedangkan saya nggak memasak dengan micin ….

sore hari, saya membeli lapo senayan. udin gendut sih yang beliin. hanya Rp 11.000 saja. itu sudah dengan kuah babi. hauhaua.dndjeijksxm … nikmatnya! hingga malam menjemput, dan hujan datang dengan tiba-tiba dan sangat deras. saya dan hendra memutuskan untuk saweran dan membeli … beer!

haiah … sakit-sakit kok minum beer!

biar lah. ini pulang juga sehat. sudah segar. mungkin karena asupan gisi yang masuk ke tubuh lumayan banyak dan frekuensinya cukup tinggi. tapi sebenernya terbayang-bayang dalam benak saya, sup teratai di restoran cething di gandaria. halah … pulang, saya masih smempat membikin jus tomat.

pagi tadi, saya bangun dengan kepala puyeng. kurang beer, atau kebanyakan beer?

Written by femi adi soempeno

April 21, 2006 at 8:57 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: