The red femi

nggak usah pinjam film saya

leave a comment »

+ lagi ngapain fem?
– nonton film
+ … (sejenak mengamati film yang sedang saya tonton) film apaan sih? lihat femi, coba. dia nonton film yang nggak jelas begitu. ampun deh …

saya hanya diam saja.

film yang tengah saya tonton adalah kisah tentang pemuja Drew Barrymore yang ngebet untuk nge-date dengan perempuan muda nan montok itu. namanya Brian Hizlinger. umurnya sebaya dengan Drew. selisihnya hanya setahun lebih muda ketimbang Drew. film ini lebih mirim film dokumenter. kisah 30 hari menyewa handycam, merekam momen-momen jatuh bangun dan letihnya untuk bisa bertemu dengan drew. kocak. nggak salah kalau disebut sebagai film dokumenter-komedi.

saya membeli film dalam format DVD itu sudah lama. beberapa bulan yang lalu. hanya saja, baru saat ini saya berkesempatan untuk menonton film itu. di kamar, sendirian. dengan sound yang terbatas namun gelegar suaranya mengguncangkan tetangga kamar, termasuk dia yang mengomentari film yang saya tonton.

sejak dulu, seleranya memang ‘berseberangan’ dengan saya. sebenernya, nggak berseberangan-berseberangan banget. hanya saja  dia selalu menilai bahwa eleranya lebih tinggi ketimbang orang lain. seleranya lebih bagus ketimbang yang lainnya. film pilihannya lebih bagus ketimbang film pilihan orang lain.

apakah dia membeli film? hmm, jarang. hampir tidak pernah, malah. yang biasa dilakukannya adalah meminjam film, kemudian mencelanya habis-habisan. lalu, menegaskan bahwa selera si empunya film itu jelek, karena film yang ditontonnya baginya jelek.

saya sedih. ada teman yang begitu. celaan semalam, bukan yang pertama kali bagi saya. ini sudah yang ke … banyak kali. nggak terhitung. itu sebabnya saya tak pernah berminat meminjaminya film, kendati film yang ada dalam kotak di lemari saya sudah mencapai ratusan jumlahnya. film yang saya beli memang bukan semata-mata film yang kondang dan bertahan hingga beberapa minggu. saya hanya ingin menonton lebih banyak film. saya hanya ingin menyumbang referensi film yang tak bisa dia sumbang. sayangnya dia tak tahu, hampir setiap minggu saya ke glodook dan mengusung belasan film untuk saya bawa pulang.

selera, nggak bisa disamakan. maka, rasanya keputusan saya tepat untuk tidak meminjami film padanya, meski itu film box office sekalipun!

Written by femi adi soempeno

June 14, 2006 at 1:23 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: