The red femi

kamu sudah menggerogoti jiwa saya

leave a comment »

+ kok murung? ada apa?
– iya. masih ingat dengan si A? si A bilang sama seisi kantornya soal gue dan si B. padahal gue ma si B itu ga ada apa-apa, cuman temenan doang. sampe-sampe, ada temennya yang cek ke gue, apa berita gue dengan si B itu benar.
+ lalu?
– gue kesel aja, kenapa kabar secuil itu mesti dia gede-gedein di kantornya. udah tahu jejaring seperti di lingkaran ini sangat sempit dan kecil. dasar laki-laki!
+ dia masih suka ma lo ya? setidaknya, dia merasa ada sesuatu yang belum terselesaikan antara kalian berdua.
– tapi gue ma dia kan udah putus lama, jauh-jauh hari sebelum gue tau dan kenal si B.
+ lo, kayak ga tau cowok aja…
pembicaraan itu terjadi baru saja, di kubikel saya yang padat dengan cotton bud, pantyliners, corkscrew, toples bawang goreng hingga tas notebook. pembicaraan itu terjadi antara saya, dan seorang teman yang akrab dipanggil ‘kriting’. hmmh … baru saya tahu urusan ini ternyata tak pendek. lebih panjang dari sepelempar batu. lebih panjang dari jarak jakarta-jogja. lebih panjang dari tali karet yang sering saya mainkan saat saya kecil dulu.

saya tahu. semuanya sudah selesai. kesibukan dan berbagi dengan yang lain melarutkan saya dan dia dalam jarak yang semakin lebar. tak tahukah dia tentang pemilik sepasang mata oriental yang mengganggu saya belakangan ini? tak tahukah dia tentang ajakan dari negeri matahari terbit untuk merajut kembali serat-serat elektronik berwarna merah jambu yang terhenti beberapa waktu ini? tak tahukah dia tentang buncahan rindu saya saya simpan dan dekap dengan sangat erat, pada ayah yang terkubur dua meter di dalam tanah?

+ sudah, nggak penting mengurusi dia. yang lebih penting mengurusi pekerjaan dan cita-cita kecil yang tertunda.
– lalu muka ini mau ditaruh di mana?
+ taruh saja di tempatnya seperti semula. mulai dengan hubungan pertemanan yang seperti semula.
– sulit …
+ kamu belum mencoba. coba aja dulu. ngomong-ngomong kamu masih ada rasa sama dia nggak? siapa tahu sebenernya dia belahan jiwamu …
– hah .. basi deh ngomongin belahan jiwa. dia belahan jiwa yang tercecer  bersama dengan sandal-sandal jepit di depan masjid !!!
+ jangan-jangan, besok ada undangan dari lo dan dia …
– haaaah … apaan sih dia menjelang menikah saat ini. harusnya dia mengurusi perempuannya ketimbang menyiarkan berita basi dan merusak hidup gue!!
ada baiknya mencoba. tapi saya rasa saya memilih untuk tidak menghubunginya lagi. orang yang ‘dituding’ dan ‘dituduh’ masih menyayangi saya, ternyata justru menggerogoti saya seperti ini. repot dah.

Written by femi adi soempeno

June 24, 2006 at 1:16 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: