The red femi

harusnya ayah menunggu

leave a comment »

harusnya ayah menunggu femi. si bungsu akan magang menulis bulan depan.

ayah, teman-teman berseteru. ada yang harusnya magang. namun tidak magang. ada yang harusny tidak magang, tetapi magang. si bungsu ini ada dalam perseteruan itu. menjadi bagiannya.

kalau ada ayah, pasti femi akan bertanya pada ayah, bagaimana baiknya. dan di meja makan, pasti ada perbincangan yang hangat. sembari sarapan pagi. sembari minum susu di sore hari. suara datar ayah yang perlahan, dengan segera akan menenangkan si bungsu dari galaunya.

tetapi itu tidak terjadi. harusnya ayah menunggu. satu bulan saja. ayah harus mendengar cerita femi. femi magang nulis.

sayangnya, ini tidak terjadi.

Written by femi adi soempeno

June 29, 2006 at 11:21 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: