The red femi

saat kancut dan bra saya jatuh

with 6 comments

teman-teman saya sebagian besar adalah laki-laki.

sebenarnya, saya tak terlalu cemas dengan hanya memiliki sedkit teman perempuan. hmmmh … bisa dihitung dengan satu tangan, berapa teman perempuan yang dekat dengan saya yang saya miliki. yani, evi, … siapa lagi ya?

ah, tak jadi soal. sesungguhnya pun saya lebih terasa nyaman bergaul dengan teman laki-laki. darinya saya belajar berpikir tentang hal-hal simpel. misalnya saja, tak harus dengan tas cantik untuk membawa pulang beberapa dokumen maupun barang-barang untuk diusung pulang. dengan kotak atau box, maupun tas ransel, rasanya lebih dari cukup. juga, tak harus ada kursi lebar untuk menyangga tubuh. kursi lipat justru lebih ringkas.

menyapu semua barang di mall, adalah kebiasaan laki-laki. kalau tidak ada yang menarik, ya tak singgah. lain halnya dengan teman-teman perempuan. semua barang harus dipegang, dilihat merek dan harganya. perempuan, makan pun harus dengan peralatan yang sempurna. kalau laki-laki? tak ada piring, cawan bahkan daun pisang pun jadi.

di rumah, ayah juga sederhana dalam segala hal. pemikiran, barang-barang, gaya hidup, … ke-bersedia-annya untuk mencuci pakaian dalam saya dan kakak perempuan saya, menipiskan jarak laki-laki dan perempuan diantara kami. maka, saya pun tak sungkan untuk meminta bantuan ayah bila bra atau kancut saya ketinggalan di dalam rumah.

memang, ayah saya spesial. tak bisa dibandingkan dengan teman laki-laki saya manapun!

teman-teman di kantor, lebih banyak laki-laki ketimbang perempuan. dan, kekhawatiran selalu datang bila mandi di kantor. bagaimana kalau dalam perjalanan dari meja saya hingga kamar mandi, saya lupa membawa bra atau kancut. bagaimana kalau dalam perjalanan dari meja saya hingga kamar mandi, bra atau pantyliners atau kancut saya terjatuh.

di rumah, ayah tak ragu untuk menyusulkan benda-benda perempuan itu pada saya. mengetok pintu, dan sejurus dengan wajah saya yang mengintip dari dalam, bra atau pantyliners menjulur tepat di depan muka saya.

bagaimana bila itu terjadi di kantor?

saya tak bisa membayangkan, siapa yang tengah berada di dekat ruang makan, dekat pintu keluar, dekat meja saya, dekat pintu masuk kamar mandi. dan, apakah mereka mau mengambilkan dan menyusulkan seperti yang saya lakukan. apakah mereka berteriak, “kutang siapa niyh???” sambil tertawa terbahak. dan, bagaimana mereka menjelaskan bahwa ada kutang maupun kancut yang tercecer di sepanjang jalan dari kubikel femi hingga kamar mandi.

owh … saya harap ini tak pernah terjadi

Written by femi adi soempeno

June 30, 2006 at 11:20 am

Posted in Uncategorized

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. wah bleh tuh kancutnya

    ajid

    April 13, 2009 at 2:11 am

  2. wwkwwkwkkwkwkw

    kancut sypa ini …wkwkwk

    btw ada yang mau pulsa gratis ga??? klo mau klik disini

    kalo ada mau download midi d’masiv http://mbahmidi.blogspot.com

    mbah

    October 19, 2009 at 1:18 am

  3. wAh wAh…
    aTi-aTi dOnk..

    rully

    November 10, 2009 at 1:23 am

  4. hahaha lucu banget deh

    faidil

    February 12, 2010 at 11:09 pm

  5. klo kancutnya jatuh lgi byr t ambile ae,enk kali pk kancut

    kancut

    March 6, 2011 at 3:25 am

  6. Hwakakakakkak…trus kancutnya pake gambar spongebob…

    popopopi

    May 31, 2011 at 1:21 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: