The red femi

mimpi

leave a comment »

mimpi adalah suatu pertanda, barangkali.

saya meyakininya demikian. bukan sekadar pelengkap tidur. bukan pula bunga tidur. sebagian mimpi adalah sebuah tanda.

pertanda itu datang dari bulik tari, adik ayah yang paling bungsu. pada saya ia mengabarkan kejutan itu. “hari sabtu, sebelum ayah kamu masuk rumah sakit, bulik mimpi, ayah kamu ada di desa, ndeprok di kuburan. kemudian saat bulik menjenguk ayah kamu yang terakhir, cepet-cepet bulik keluar setelah salaman, soalnya bulik melihat ada peti. semalam sebelum ayah kamu meninggal, bulik doa sama Tuhan, tapi gelap. dua kali, seperti itu …”

pertanda lain juga datang dari simbah cilik atau mbahlik saya, namanya lik ban. “dua malam sebelum ayah kamu meninggal, aku mimpi rak piring di tempatku itu jatuh. semua piring jatuh, dan ada satu yang pecah. aku nanya sama mbokde muh, katanya ada sesuatu yang akan terjadi, sebuah kesedihan. aku juga tanya pada yang lain, katanya itu adalah pertanda akan ada sesuatu yang buruk …”

tetapi saya tidak bermimpi tentang apapun. saya tidak bermimpi ayah. saya tidak bermimpi kuburan. saya tidak bermimpi kematian.

sudahlah. ini menggenapi hidup. misteri. 

Written by femi adi soempeno

July 2, 2006 at 11:17 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: