The red femi

gembor

leave a comment »

agaknya saya tertular kegemaran ayah: berkebun.

tiga minggu ini, saban pulang ke rumah, saya selalu menyempatkan diri untuk berkebun. padahal, rasanya saya menggenggamkan tangan saya pada gunting rumput dan sampah dedaunan saat masih duduk di bangku SMP.

ayah meninggalkan kebunnya yang hanya secuil, namun sarat dengan tanaman. saya juga ogah untuk mencabutinya dan menutupnya dengan semen. saya justru ingin belajar untuk bertanam. menumbuhinya dengan pohon bungan matahari, menutup tanah dengan hijau rerumputan.

saya bahkan sudah membeli sepasang sekop besar dan kecil. juga, gunting taman yang berukuran sedang. bila menggunakan gunting milik ayah, rasanya saya berjoged setiap memotong pagar tetumbuhan. saya membelinya di jakarta, dengan niat untuk membereskan kebun.

“eh, jangan diganti dengan tanaman yang baru ya. nanti kamu yang membuang tanaman, aku yang ditanyain sama ayah kamu …” seru bulik tari, adik ayah yang paling bungsu. iya, saya baru akan menggantinya nanti. bulik takut diprimpeni ayah ya …

tapi saya kesusahan mencari gembor. itu, alat untuk menyiram tanaman. saya sudah menjejali gerai sepanjang shopping centre. tapi tak satupun bisa saya temukan alat bernama gembor. masa sih, saya harus mengusungnya dari jakarta.

aih, tak sabar saya menanti sabtu. saya jadi meriundui rumah dengan hijau dedaunnannya. 

Written by femi adi soempeno

July 3, 2006 at 11:16 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: