The red femi

hitam putih

leave a comment »

+ aku nggak bisa mengitung, tapi aku memperhatikan
– menghitung apa, memperhatikan apa?
+ itu fem … baju yang kamu pakai!
– ada masalah?
+ kamu selalu begitu. enggak. maksutnya, baju yang kamu pakai! nggak ada warna lain apa selain hitam dan putih?
– nggak ada. semuanya sudah kugudangkan.
percakapan itu kemudian saya alihkan pada mobil yang kini tengah diincarnya. dia bukan orang pertama yang menuding pakaian yang saya kenakan berwarna putih dan hitam saja. dia orang ke … dua belas! iya, sudah 12 orang yang (ternyata) memperhatikan apa yang saya kenakan. kaos atau kemeja, hitam atau putih. selebihnya, tak ada.

tak ada yang mengesan dari kedua warna itu bagi saya. tentu saja, saya tak mengalihkan pilihan saya pada warna merah sebagai satu-satunya warna kesukaan saya. hitam dan putih? itu warna nomor kesekian dan kesekian.

hitam adalah suram. rasa sedih. bulir hangat. isak tangis. potret yang ditutup. kubur. lamunan. permenungan. sedangkan putih adalah dekapan hangat. hiburan. pengharapan. rasa kasih.

sudah empat puluh hari saya mengenakan ini, kaos dan kemeja hitam dan putih. kalau sudah teteg, saya akan kembali mengenakan kaos dan kemeja warna pink, merah, hijau, marun, ungu, kuning …

semoga tidak ada orang ketigabelas yang menudingkan telunjuknya dan bilang. “hitam lagiiii …”

Written by femi adi soempeno

July 12, 2006 at 10:35 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: