The red femi

mencari jodoh di search engine

leave a comment »

dua porsi rica-rica B1 dan sepiring pasta menemani obrolan saya dan seorang teman.

kami berbincang soal hal remeh temeh yang tak penting dan nggak mutu. soal hati saya yang berkeping-keping. soal perempuan yang di absen-nya setiap malam. soal merapi yang masih menyisakan debunya. soal lelaki yang tak menemui ujung hatinya. soal perempuan yang tengah duduk bersisian di beranda hati. soal masa keemasan merenteng pasangan di masa lalu. soal pekerjaan yang tak kunjung usai.

+ bagaimana ya menemukan jodoh kita?

– yee … coba aja cari di google search engine! siapa tahu jodoh kita ada di sana. kalau cakep … boleh lah kita mempertahankan status kita sebagai single. tetapi, kalau nggak cakep … wah, masa sih Tuhan kasih kita yang nggak cakep. ya sebisa mungkin lah kita memburu yang lain yang cakep dan menghindari hasil dari pencarian di google itu …

+ hey, itu kan sudah garis nasibmu kalau di result di google search engine menampilkan gambar yang nggak cakep …

menggelikan. dasar manusia bodoh. masa mencari jodoh di google search engine! lalu keyword nya apa? femi+jodoh. atau bisa coba femi,jodoh. atau mungkin jodoh=femi. kalau enggak, bisa dijajal femi=in=the=future.

hallah.

lalu kami mereka-reka seperti apa hasil dari pencarian di google itu. disana akan muncul data diri (calon) pasangan di masa yang akan datang. dari nama, alamat, pekerjaan, gaji, status kewarganegaraan, kebiasaan, hingga jumlah cotton bud yang dipakai setiap minggunya. juga, turut serta sketsa hitam putih wajahnya, dan foto diri sejak lahir hingga dewasa.

hahaha …

+ bagaimana kalau kamu mengeklik di google, dan yang keluar adalah wajahku?

– aduh … jangan deh. jangan deh fem. ampun. jangan lah. hahahaha … itu pasti komputernya lagi error, atau engine nya nggak bisa membedakan mana sahabat dan mana pasangan hidup.

sialan.

kami memang tak putus asa dengan status kami yang tengah tak berbagi rona merah jambu dengan pasangan kami masing-masing. musim merah jambu itu belum tiba. langit juga masih biru bersih, belumlah meninggalkan semburat jingga keunguan. saya dan dia, tak risau dengan gumam sepi dan rasa sirik saat melihat pasangan-pasangan berkendara berdua.

kami masih bisa mengibaskan rasa sepi dengan berbagi tawa sembari menitikkan bulir bahagia dari sudut mata. mentertawakan kebodohan kami, sembari membayangkan bila google punya layanan sebagai cenayang jodoh di masa depan.

(ps: saya sangat menikmati kesendirian saya. eits, ini bukan sebuah apologi, lo. setidaknya, saya bisa melakukan semuanya sendiri dengan l e l u a s a. tanpa konsesi. tanpa kompromi. sendiri menikmati senja. sendiri jalan-jalan keliling kota. sendiri menyeruput teh poci. sendiri mojok di warung kopi. tu, lihat. teman-teman saya berdatangan. meski sendiri, saya tak sesungguhnya sendiri. banyak teman mengerubungi saya. terima kasih untuk sulaman persahabatan ini.)  

Written by femi adi soempeno

September 5, 2006 at 9:19 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: