The red femi

Dilmah tea

with 2 comments

p1070065.JPG

 saya gelinjangan keranjingan dengan dilmah tea.

saya sudah mengenal teh ini jauh jauh jauh hari. mmm … hanya saja, saya nggak begitu ngeh dengan teh ini. yang saya tahu pasti, banderol segelas dilmah tea ini cukup mahal di pizza hut. wah … hingga saya bertemu dengan abang, dan dia bercerita tentang dilmah tea.  abang juga meracikkan saya black tea dari dilmah dengan susu dancow. duh, saya jadi berburu dilmah tea di sogo atau bali deli. harganya lumayan nendang, Rp 32-34 ribu per pack. bandingkan harganya dengan satu pack teh celup sariwangi.🙂

jadinya, saban hari saya rajin minum beberapa cangkir dilmah tea. saya mencoba beberapa teh dilmah tea rasa. misalnya,rasa jeruk, blackcurrant, strawberry dll. tapi pilihan saya jatuh pada green tea. eits … bukan karena saya pengen langsing seperti promosi banyak orang soal teh hijau. tetapi …. mmm, tetapi apa ya? ya, karena saya ingin aja. green tea terasa lebih natural. apalagi, saya meminumnya tanpa gula.

saya mulai suka meyruput teh tanpa gula sejak umar, teman saya, menawari teh pahit di sebuah sore. penat yang menjerat kepala, sumber yang tak kunjung bisa ditangkap, akhirnya terlegakan sejenak dengan teh racikan umar di ruang makan. pahit, panas, dan warna tehnya gelap, segelap kulitnya. hehe … toh, secangkir teh tanpa gula itu cukup membuat kepala yang pening minggir sejenak. –thanks, mar! it inspire me till now!–

“so, you are hunting sri lankan stuff now?” ujar abang menggoda saya, saat dia menuri lihat ada dilmah tea di tas saya. “minus sri lankan guy!” jawab saya, cepat.

di situs dilmah tea tertulis, once you taste dilmah, you will never go back to ordinary tea.  separuh benar, tapi separuh salah. benernya, saya mengganti semua teh di rumah dengan dilmah. salahnya, di warung uda ronaldinho di sebelah kantor, saya masih bisa tuh nyruput es teh tawar yang bukan dilmah tea. tapi kalau di warung uda ada dilmah tea … kira-kira berapa segelasnya?

kamu, masih suka sariwangi?

Written by femi adi soempeno

October 14, 2006 at 12:30 pm

Posted in Uncategorized

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. selamat menghuni kamar baru, fem. pantesan kamar lamamu kok suwung terus …🙂

    ika

    October 15, 2006 at 8:37 am

  2. Well, ini postingan dah uzur, i dunno masih active ga😀
    Adik ku juga keranjingan dilmah tea, while i dont drink any. Tapi impact nya ke aku, soalnya aku yang harus beliin dan kirim ke dia ^___^
    I dunno what is so special with this srilankan tea, kemasan emang lebih cihuy, individual pack and variant nya yang beda mungkin yang bikin dia special.
    Sementara teh dalam negeri palingan kalo ga green tea, black tea, with jasmine atau paling pol make rasa jeruk, lemon, apel dll…
    Ga ada yang kebayang kan teh rasa passion fruit ala dilmah ? padahal buah itu disini buanyakkk..
    Sekali lagi kita ketinggalan ^__^

    Rinceu Soe

    October 16, 2008 at 10:58 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: