The red femi

My teddy bear

with one comment

p1070046.JPG

saya membungkusnya sepasang dua tahun lalu.

ya, teddy bear itu. saya memiliki sepasang, laki-laki dan perempuan. yang laki-laki saya simpan. sementara yang perempuan saya berikan pada lelaki yang datang dengan sapa hangat nan ramah di ujung minggu. “mosi-mosi, femi …”

sudah sejak lama saya menyukai teddy bear. sayangnya, saya tak selalu menemukan teddy bear dengan halus bulunya yang khas dan soo teddy! saya meminta Tuhan untuk memberikan boneka Teddy pada saya. barangkali karena suara saya kencang, Tuhan mendengarkan. saya menemukan juga sepasang teddy bear yang imut dan lucu.

ehm, saya punya banyak kenangan dengan boneka ini. lebih-lebih, saat menunggui ayah di detik-detik terakhir kehidupannya, dan saat bumi menari di tanah jogja. –yang ini, ceritanya lain kali saja ya. saya kok jadi ingin menangis ya …–

konon, nama teddy diambil dari nama kecil Presiden ke-26 Amerika Serikat, Theodore (Teddy) Roosevelt. saat itu, 14 November 1902, 104 tahun yang lalu, sebagai seorang presiden, Theodore Roosevelt mengemban tugas menyelesaikan perdebatan mengenai batas wilayah Mississippi dan Louisiana. nah, di sela waktu luangnya menjalankan tugas, ia ikut dalam perburuan beruang ke hutan dekat Kota Smedes, Mississippi bersama rombongan. setelah sekian lama berburu, tak satu pun beruang yang ia jumpai. sampai akhirnya, seorang pemandu bernama Holt Collier mengabari bahwa dirinya telah menangkap seekor beruang.

Presiden Roosevelt sangat kaget melihat beruang yang penuh luka gigitan anjing pemburu dan diikatkan ke pohon, beruang itu tampak lemah tak berdaya. ia merasa kasihan dengan nasib beruang itu. ia pun mengurungkan niatnya untuk menembak mati beruang tadi.

kejadian itu terdengar oleh Clifford K. Berryman, seorang kartunis politik dari koran The Washington Post. ia kemudian mengabadikan peristiwa yang melibatkan Presiden Roosevelt dan beruang tadi dalam bentuk kartun di korannya.

setelah itu, cerita maupun kartun itu tersebar dan menjadi populer di masyarakat. kartun tersebut menginspirasi pemilik toko permen dan mainan di Brooklyn New York, yakni pasangan suami istri Morris Michtom dan Rose Michtom. Rose, sang istri, membuat boneka beruang seperti di kartun tadi untuk dijual di tokonya. dan sebagai bentuk penghormatan, Morris Michtom mengirimkan boneka ini kepada Presiden Roosevelt dan meminta izin memakai nama kecil Presiden Theodore Rossevelt, yaitu Teddy, untuk menamai beruangnya.

sejak itu, Micthom dan rekan-rekannya yang tergabung dalam Butler Brothers mulai memproduksi boneka teddy bear secara besar-besaran. Micthom sukses menjalankan usahanya karena boneka teddy bear sangat laku dan banyak digemari oleh anak-anak. dari keuntungan yang dikumpulkan, ia pun mendirikan perusahaan sendiri yang diberi nama The Ideal Novelty and Toy Company. sejak itu, teddy bear mulai dikenal di seluruh dunia dan menjadi boneka favorit bagi anak-anak.

kalau ingin memburu teddy bear, coba deh datangi teddy di sini  

Written by femi adi soempeno

October 15, 2006 at 7:37 pm

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Oh wait. Yes, I have. I’m sorry, but I just don’t have it in me right now to type it all out again. Besides, it was just ramblings anyway. You didn’t want to hear me go on and on about this, right?

    Boy George

    April 24, 2007 at 10:38 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: