The red femi

Lawang sewu dan mbah tunggak

with 5 comments

p1070287.JPG

lelaki tua berpeci hitam duduk di luar.

namanya mbah manyar, atau mbah tunggak. lelaki yang mengaku berusia 88 tahun ini menghadang saya dan deon saat hendak memasuki Lawang Sewu, gedung kuno yang megah dan kokoh di sudut Tugu Muda, Semarang.

mbah tunggak pun bertutur soal Lawang Sewu yang dikangkanginya sendiran sejak ditinggalkan oleh tentara angkatan darat, empat tahun silam. kepindahan laler ijo ini lantaran sudah memiliki gedung yang baru di bilangan banyumanik. dus, mbah tunggak tinggal di Lawang Sewu beserta anak dan cucu, merawat dan menjaga layaknya juru kunci di Lawang Sewu. 

konon, Lawang Sewu ini adalah perusahaan kereta api (trem) milik Belanda, Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij atau dikenal NIS. dilihat sekilas saja, duh, saya nggak bisa membayangkan bagaimana dulu megahnya bangunan ini. bila dirawat sempurna, mestinya bangunan nan eklusif yang mencirikan bangunan jaman 1850-1940 ini sangat menawan. konon, arsitek untuk Laswang Sewu ini adalah Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag.

setelah kemerdekaan gedung ini digunakan sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. usai digunakan oleh PT KAI, tentara mendudukinya dan mengangkanginya sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. “Pas pindah ke gedung yang baru, semua barang dibawa, tanpa terkecuali!” ujar mbah tunggak. Lawang Sewu ini adalah salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang.

p1070297.JPG

 “Ini disebut Lawang Sewu karena pintunya jumlahnya ada seribu, buanyak banget!” tukas mbah tunggak. entah, si mbah ini menghitung atau tidak untuk memastikan apakah pintunya berjumlah seribu. Lawang Sewu ini memiliki menara kembar model ghotic di pojok kanan dan kiri pintu gerbang utama. “Tahun 1913, bangunan ini berulang tahun yang ke 50!” tegas mbah tunggak.

joke garing yang selalu terlontar mengenai Lawang Sewu ini adalah bila pintu Lawang Sewu yang berkurang satu. pasti, kondktur bus akan kesusahan bila pintunya bukan berjumlah sewu atau 1000, tetapi 999. si kondektur tentu akan kesusahan berteriak, “Lawang sangangatus sangangpuluh sanga …”

hallah …

Written by femi adi soempeno

October 21, 2006 at 6:02 pm

Posted in Uncategorized

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. sayang ya mbak, kejadiannya bukan zaman mataram kuno. kalo kejadiannya pada zaman bandung bondowoso pasti artisnya ni ayu jongrang. He

    willy

    May 29, 2008 at 2:23 pm

  2. sayang ya mbak, kejadiannya bukan zaman mataram kuno, kalo zaman mataram kuno kan artisnya ni ayu jongrang. He

    willy

    May 29, 2008 at 2:25 pm

  3. wihhhh….. ada penampakannya enggak??

    violetta

    September 24, 2009 at 5:37 am

  4. iiihh… serem enggak mbak??

    violetta

    September 24, 2009 at 5:39 am

  5. woow ..
    sadap abis

    bagues

    November 2, 2010 at 3:19 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: