The red femi

Museum kereta api

leave a comment »

p1070466.JPG

saya tidak tahu, kereta mana yang dikemudikan oleh kakek saya dulu. kakek saya adalah masinis. tapi itu dulu, dulu sekali. namanya wongsodidjojo.

tadi, sepulang dari Semarang menuju Jogja, saya mampir di museum kereta api di ambarawa. harga tiket masuk Rp 3000 per orang, tanpa disertai bukti tiket.

dulunya, tempat ini dikenal sebagai Stasiun Willem I. tak heran, ada tulisan Willem I begitu kita memasuki stasiun ini. gedung bekas peninggalan kantor Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij atau Perusahaan Kereta Api Hindia-Belanda kala itu, menyimpan sekitar 24 lokomotif kuno buatan tahun 1891-1966. agkutan besi ini menjadi koleksi setelah hampir satu decade bertugas menjelajahi Pulau Jawa.

misalnya saja lokomotif CC50 buatan Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik Winterthur, Swiss dan Werkspoor, Belanda. nama lainnya adalah Bergkoningin alias Ratu Pegunungan lantaran lokomotif dengan tahun produksi 1927 itu, mampu melewati jalur pegunungan dengan tikungan-tikungan tajam.

ada juga lokomotif kebanggaan perusahaan kereta api milik pemerintah Kolonial Belanda, Staatsspoorwegen (SS), C28. Loko buatan Henschel, Jerman, ini tercatat sebagai loko tercepat di seluruh dunia untuk ukuran rel sempit (1.067 mm) pada era 1920-an. kecepatannyab pada masa itu bisa mencapai 120 kilometer per jam. wuih. saya berharap, kakek saya menunggangi kereta besi ini.

ada lagi lokomotif kuno lainnya, seperti loko F10 buatan Hanomag, Jerman. lokomotif C54, loko kebanggaan Semarang Cheribon Stoomtram Maatscappij (SCS); dan loko C51, loko kebanggaan Nederlandsch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS).

bila saya datang berombongan, saya bisa menyewa kereta uap senilai Rp 3.250.000 untuk mencicipi pemandangan jalur Ambarawa-Tuntang. Keelokan Danau Rawa Pening akan menyapa para penumpang kereta wisata di rute tersebut. Keindahan panorama pada rute Ambarawa-Tuntang sebenarnya tidak berhenti pada keelokan Danau Rawa Pening.

naik kereta api tut tut tut … siapa hendak turut …

ps:

tentang museum kereta api  ambarawa ini juga bisa i\dintip di sini atau di sini

Written by femi adi soempeno

October 22, 2006 at 9:41 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: