The red femi

Droste Holland Pastilles

with 2 comments

p1080166.JPG

terima kasih ya untuk cokelat yang kamu bawa semalam.

enak. bulatan-bulatannya pipih dan kecil, seperti uang cepekan. hanya, ini bisa dikunyah dan rasanya legit. cokelat gitu looowh. bisa jadi, kamu membungkus itu untuk saya sekadar ingin membawa buah tangan saja, tanpa tahu sebelumnya bahwa saya adalah pecinta cokelat. iya, saya menyukai cokelat. lihat, gigi saya banyak lubangnya karena ayah dan ibu saya nguja makanan manis-manis saat saya kecil dulu, salah satunya cokelat. dan semalam kamu membawakan saya tiga kotak cokelat dengan tiga ragam rasa yang berbeda. hmm … saya bingung bagaimana menghabiskannya.

konon, cokelat ini sudah ada sejak 4.000 tahun yang lalu yang tercatat di daun papirus di Mesir. bahkan, gula-gula sudah dibuat dan dijual di pasar masyarakat kuno tahun 1566 sebelum masehi. lucunya, masyarakat modern malah belum mengetahui nilai cokelat sampai bangsa Aztec Indian dan kebudayaan Maya di Amerika Tengah menemukan tanaman ini.

ya, bangsa Maya, masyarakat Indian kuno yang hidup di Amerika Tengah adalah penemu cokelat semenjak tahun 600 masehi. konon, bangsa Maya tinggal di Semenanjung Yucatan, daerah tropis di Meksiko Selatan. mereka menganggap cokelat adalah komoditi yang cukup berharga. saking berharganya, mereka menggunakannya sebagai alat penukar. dus, cokelat tak ubahnya uang sebagai alat penukar. selain itu, cokelat ini juga dipakai untuk acara ritual keagamaan. misalnya saja, persembahan untuk Dewa Ek Chuah, dewa perdagangan bangsa Maya.

ada pula kepercayaan dalam bangsa Aztec yang menyebutkan bahwa Dewa Quetzalcoatl datang ke bumi menggunakan bintang pagi sambil membawa cokelat yang diperolehnya dari surga. si dewa Quetzalcoatl menawarkan cokelatnya kepada manusia sekaligus mengajari mereka cara memanggang dan membuatnya menjadi bubuk, serta menjadikannya pasta yang dapat larut di dalam air.

hingga tahun 1492, masyarakat modern di Asia, Eropa dan Afrika tidak mengetahui sedikit pun tentang cokelat. konon, saat Christopher Columbus menemukan benua Amerika, ia membawa pulang beberapa biji tumbuhan berwarna gelap yang kemudian dikenal oleh orang-orang sebagai biji cokelat. pada tahun 1519 ketika Hernando Cortez, seorang penjelajah dari Spanyol, menemukan fakta yang menunjukkan bangsa Indian Aztec dari Amerika menggunakan biji cokelat untuk membuat minuman yang sangat lezat. bangsa Indian tersebut menamakan minuman lezat yang dimaksud oleh Cortez dengan kata “chocolatl” yang artinya cairan yang hangat. Cortez pun mencicipinya. namun lantaran lidahnya merasa pahit, ia membubuhinya dengan gula tebu.

sejarah yang lain juga menunjukkan bahwa cokelat juga pernah digunakan sebagai obat oleh Christopher Ludwig Hoffmann menggunakan cokelat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. bahkan, cokelat ini pernah dikenal cukup bergengsi lantaran menjadi minumannya kaum lelaki. baru pada abad 17, minuman cokelat ini mulai dikenal sebagai minuman untuk anak-anak.

CJ Van Houten berhasil menemukan cokelat batangan pada tahun 1828. ia adalah ahli cokelat dari Jerman. salah satunya, cokelat yang diusung untuk saya semalam.

terimakasih.  

cokelat =

“chocolate”, berasal dari bahasa Indian Meksiko yang merupakan gabungan dari kata choco (busa) and atl (air)

“xocoatl”, berasal dari bahasa Maya

“cacahuatl”, berasal dari bangsa Aztec yang memiliki arti cairan hangat atau pahit.

Written by femi adi soempeno

November 2, 2006 at 7:34 am

Posted in Uncategorized

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] sepertinya baru kemarin lelaki dengan huruf L itu mengulurkan plastik hijau SOGO yang berisi cokelat. rasanya pun masih tertinggal di ujung tenggorokan. pagi tadi, cokelat yang baru sudah datang lagi. wah. tentu saja, saya tak bisa menolaknya. padahal, saya hanya mengharapkan ia datang. tak harus bawa oleh-oleh. iya, iya. kamu datang pun sudah cukup! […]

  2. […] baru kemarin lelaki dengan huruf L itu mengulurkan plastik hijau SOGO yang berisi cokelat. rasanya pun masih tertinggal di ujung tenggorokan. pagi tadi, cokelat yang baru sudah datang lagi. […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: