The red femi

Endog abang

leave a comment »

p1070554.JPG

saya sangat menyukai endog abang.

tahun ini, saya mendapatkan endog abang lagi dari om dan tante saya. saya dapat dua! hehehe … dan, dua telur ini saya makan sekaligus saat lebaran kemarin. konon, mereka mendapatkan endog abang ini di lapangan minggiran. “dipikirnya aku beli dua ini buat aku dan joko … padahal buat kamu semua ya!” tukas tante saya. oh iya, joko adalah adiknya. keduanya memilih untuk tidak menikah, dan mereka menempati rumah nenek di bilangan mantrijeron, jogja.

tusuknya terbuat dari potongan bilah bambu yang dibikin lebih tipis. di sepanjang gagangnya diberi kertas yang dipotong merumbai. di ujungnya ada endog abang, kemdudian ditutup dengan kertas bundar kecil. lalu ditutup lagi dengan cuilan kertas merumbai yang lebih pendek.

kedua endog abang itu saya lahap saat itu juga setelah menyantap satu porsi lontong opor. nanti saat perayaan idul adha dan sekaten, saya baru bisa menjumpai endog abang ini lagi. untungnya, warna merah dari endog abang ini tidak melunturi pakaian saya yang putih yang saya kenakan malam itu. hanya saja, tangan saya belepotan merah.

Written by femi adi soempeno

November 3, 2006 at 2:12 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: