The red femi

Lelaki yang mengasup energi

leave a comment »

p1080365.JPG

energinya berlimpah. sangat berlimpah.

bahkan saya tak tahu dimana ia menggudangkan stok setiap hal-hal kecil yang ia miliki. saya ingat betul betapa ada capung yang berdiam di hati saat ia memeluk saya dengan hangat, meminjamkan sebentar bahunya untuk bersandar dan mengecup kening saya saat waktu kunjung telah usai. bersamanya, belakangan saya rajin membagi gelak dan celoteh riang.  

ia menularkan energinya untuk saya. ya, saya tertular!

seperti malam minggu ini. biasanya saya melarut dengan acara putar-putar kota bersama teman-teman dan mematikan ponsel. atau dulu, biasanya saya menghabiskan malam minggu bersama ayah dan tak peduli dengan energi-energi yang berusaha membuntuti di belakang saya. tetapi tidak belakangan ini. saya tertular energinya. saya membalas semua pesan pendeknya. mengamitkan jemari tangan.  kawan berbagi mimpi. dan terus menerus menuduhnya sebagai penganut paham gombalisme (hey, kalau kamu menggombal, saya juga bisa lebih menggombal. sebaliknya, kalau kamu serius, saya juga bisa lebih serius! )

saya suka energi seperti ini. energi saat musim merah jambu tiba.  

raung knalpot yang garang, pisau yang membelah kulit durian, hentakan kaki saat lari pagi, secangkir dilmah tea, detik-detik menjelang jam deadline, berlarian mengejar sumber, menanti bias srengenge pudar di sebelah barat. semuanya bergiat. berkemas. bergegas. karena ini adalah musimnya merah jambu.  

energi ini menyenangkan. masih saya simpan, meski saya tahu betul suatu hari saya akan meletakkannya. tapi saya tidak terlalu memaksakan diri untuk buru-buru menghapusnya kini. eniwei, kamu, ya kamu, terima kasih ya, sudah memberi asupan energi buat saya. setidaknya, untuk beberapa minggu terakhir ini. harap tersirat di benak, semoga tak buru-buru usai.

(ps: masih berminat dengan cokelat hangat bikinanku? aku punya croissant plain yang akan nikmat bila dibelah tengahnya, dan diolesi dengan mentega dan diisi dengan potongan keju atau irisan beef .. beef apa namanya ya, yang bulat2 tipis itu. atau, mau pake roti perancis
yang panjang itu? atau … telo godog dan pisang goreng? mmm … ini sih cocoknya sama jahe hangat, bukan cokelat!)

Written by femi adi soempeno

November 13, 2006 at 12:37 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: