The red femi

Sini, kesini sayang!

with one comment

sini sini … kupegang keningmu. boleh ya kuusap. sebentar saja. aku hanya ingin memastikan bahwa dahimu tidak terlalu berkerut. hmm … kamu sudah berpikir terlalu banyak. mungkin kalau dibayangkan, isi dahimu itu seperti jalan sudirman yang macet usai jam three in one. semua kendaraan sibuk berlalu-lalang. tak ada yang mau mengalah. semuanya mau jalan duluan. seperti isi di dalam dahimu. semuanya meminta perhatian duluan. sudah sudah. sini, bawa kesini dahinya. biar kukecup, sekali saja.

butuh pelukanku tidak? sini, biar kupeluk kamu. aku ingin memelukmu dan mengusap punggungmu. semoga bisa menenangkan. seperti usapan ibu pada bayinya yang membuat si bayi tertidur lelap. eh, kamu memang bukan bayi. hanya saja, aku ingin memberi sedikit usapan di punggungmu. satu usapan. dua usapan. tiga usapan. empat usapan. semoga pelukan dan usapanku bisa sejenak menghangatkan kamu. sini sini, kalau mau minta usapan kelima, keenam, ketujuh … juga boleh.

boleh ya kumainkan anak rambutmu. sini, bawa ke sini kepalamu. rambut kamu memang baru, sama seperti rambutku. baru dipotong. tapi, boleh kan aku memainkan anak rambutmu. nanti, sesekali kutarik-tarik kecil. tak apa ya. aku ingin membuat kamu mengerenyitkan dahi dan sedikit manyun lantaran kaget anak rambutmu kutarik sedikit. sini, kumainkan anak rambutmu sambil kamu bersandar di dadaku. kamu boleh memejamkan kedua matamu sembari bersandar di badanku. sudah, jangan pikir apapun. bersandar saja dan nikmati empuknya. nyaman tidak?

sudah kubikinkan cokelat hangat untukmu. itu, ada di atas lemari makan. cokelat itu terasa enak sekali karena aku sengaja menyeduhnya buatmu. cokelat itu tanpa susu. jadi, cokelat hangat saja. kamu bisa membubuhkan gula lagi bila kurang manis. kalau kamu ingin gelas kedua, bilang ya. aku tak keberatan untuk menyeduhkan lagi buatmu. aku sudah membelah croisant plain buatmu. sengaja hanya kuisi keju saja, biar terasa gurih dan rasanya seimbang dengan manisnya cokelat hangat.

mau dengar musik apa? hmmh … aku tahu kamarku memang sangat minimalis. tapi, tak apa ya. soalnya, aku jarang menghuni kamar ini. eh, aku sudah memilihkan lounge music buatmu. instrumen. dengar alunannya. tidak menghentak kan? sini, aku peluk kamu. bersandar saja di dadaku. nanti kumainkan anak rambutmu sambil sesekali kukecup kening kamu. kali ini kamu boleh bermanja denganku. coba, letakkan sebentar jenuhmu.

Written by femi adi soempeno

November 14, 2006 at 6:29 am

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Yang dimaksud sapa Mbak? Aku masih mengalami kesulitan menata blog baruku neh. Aku masih belum tahu caranya menyajikan gambar-gambar dalam tulisanku. Ada tips? thx b4.

    Yacob Yahya

    November 17, 2006 at 4:56 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: