The red femi

Bandung: kota 1001 kenangan

leave a comment »

saya bukan manusia pagi.

bayangkan empuknya dua bantal di kasur rumah sewa, dengan satu boneka koala dan satu boneka teddy. atau, tiga bantal di kolong meja dengan sleeping bag nan hangat. semuanya membuat malam merimbun. alarm pun tak berani menyalak. pagi adalah pagi meski jarum bergerak ke kanan.

bersihnya langit pada pagi hari. kesibukan jakarta yang mulai menggeliat. orang-orang jalan bergegas. kepulan asap knalpot. kendaraaan yang mandeg di tol. joki-joki berderet menjelang kawasan three in one. wangi harum tubuh dari balik blazer. dasi merah yang masih licin. semuanya tak menggoda saya untuk segera bangun. tepatnya, saya bukan pemilik pagi.

tapi bandung selalu membuat saya bangun pagi.  

bergegas beranjak dari kolong meja, meraih bath-pack dan handuk, kemudian menikmati guyuran shower hangat. atau, meloncat dari kasur empuk di rumah sewa, mengambil kimono, gayung dan handuk, kemudian berlarian ke kamar mandi.

saya mendapati aroma embun pagi. satpam kantor pun masih belum terjaga saat saya membuka gerbang depan. totok juga tidak menggonggong. yups! saya bisa membelalakkan mata dan beranjak bergegas sebelum matahari banyak!

saya punya janji temu dengan lelaki dengan huruf L nanti. iya. saya akan menjumpainya di kota kembang. dia semakin memperpanjang daftar kenangan yang teronce indah di benak saya. ah, kenapa kamu menambahnya?

bandung memang memiliki pesonanya sendiri. bagi saya, bandung bak ujung pisau yang menggurat 1001 kenangan. dalam. membekas. tergeletak begitu saja di benak.

malam di ciater. mengusir malam dengan hangatnya air belerang. bercanda dengan kecipak air semata kaki. bertukar tutur isu-isu berita yang sesungguhnya tak penting untuk di bahas. berkenalan dengan ‘orang-orang asing’. gemas ingin segera kembali ke jakarta. hmmh … bandung juga menyisakan rasa getir saat orang yang saya kasihi meninggal tanpa saya disampingnya.

bandung. bandung. bandung.

dalam perjalanan pulang dari bandung rabu lalu, saya berusaha mengumpulkan serpihan ingatan. ya, tentang bandung dan 1001 kenangan yang terjaring bersamanya.

kali ini saya menjaring satu lagi. ya, bersama lelaki dengan huruf L.

Written by femi adi soempeno

November 18, 2006 at 1:23 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: