The red femi

Rambak

leave a comment »

p1080633.JPG

dulu abang sering bawa rambak.

di meja pojoknya, abang diam-diam mengunyah kulit sapi yang digaringkan ini. aha! ketahuan juga sama saya. :)  saat saya terlihat rajin mengunyah, abang membawakan sekantong plastik besar. katanya, itu dibelinya dari warung kecil di cililitan sana. waduh, jauhnya.

lama tidak makan rambak dari abang. tapi pagi tadi saya mendapatkannya. dari mbak sum, penjual sayuran di depan kosan. harganya Rp 2.000 per bungkus. tapi, rasanya tak seenak dan serenyah rambak dari abang. atau, sesungguhnya enak tidaknya rambak memang harus dilihat dari siapa rambak itu berasal?🙂

Written by femi adi soempeno

November 19, 2006 at 9:09 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: