The red femi

Natal sudah dekat

leave a comment »

p1080780.JPG

natal sudah dekat.

di film-film hollywood, natal lekat dengan kehangatan, salju, snow-man, kakek yang bersahaja, santa claus, dering lonceng, dan masih banyak lagi. rasanya, pasti indah natal di negeri yang bersalju, seperti amerika misalnya. mencacah salju dengan sepatu boot, mendekap kado natal, bergegas beranjak pulang, berapi unggun agar hangat … bisa jadi itu menjadi hal yang paling menarik di negeri bush.

itu bayangan saya dulu.

p1080782.JPG p1080783.JPG p1080798.JPG

tetapi yang bergerak di benak saya saat ini lain lagi. sederhana saja: menikmati natal bersama orang-orang tercinta. ritual ini biasanya dimulai dengan mengusung pohon natal dari gudang, kemudian menghiasnya. mencomot hiasan bulat berwarna mengkilap, malaikat bersayap, kaus kaki santa klaus, drum-drum kecil, pita merah, hingga yang paling terakhir adalah mencantolkan bintang di ujung pohon natal. saya selalu membayangkan kalau hal itu dilakukan dengan pasangan saya, dengan ayah, dengan kakak, dengan ibu. pasti lebih indah dari film hollywood. dengan ayah dan ibu, pasti sudah tak bisa lagi. namun setidaknya saya bisa membayangkan itu saya lakukan dengan pasangan saya dan kakakku, kelak. baru saya tahu, keindahan itu tak sepenuhnya berasal dari apa yang kita lihat dan kita imajinasikan saja, tetapi apa yang kita rasakan.

sunyi, suwung. itu yang saya rasakan saat ini. seperti saat tadi saya mengusung pohon natal dan menghiasinya. sendiri. mencoba kelap-kelip lampunya dengan mencolokkannya pada colokan. sendiri. mencari skirt-tree dan memasangkannya di bagian bawah pohon natal. sendiri. memindahkan kado-kado yang sudah saya bungkus di bawah pohon natal. sendiri.

kalian mungkin belum pernah menjadi bagian yang ‘sendiri’ ini. 

ada sebuah pertanyaan dari sebuah percakapan dengan teman yang membuat saya speechless kemarin.

+ aku nggak bisa cuti nih, sudah keduluan sama mas bagus …
– cuti kapan?
+ natal …
– emangnya mau natalan di mana?
+ di jogja dooooong …
emangnya di jogja ada siapa? nggak ada siapa-siapa kan?
+ mmm …
– emang mau natalan sama siapa di jogja? udah, disini aja …

saya langsung berlalu usai mendengar jawaban dari dia. dada ini rasanya tiba-tiba menjadi sesak. di jogja memang nggak ada siapa-siapa. tapi, saya sangat ingin suasana natal di rumah, meski tidak ada siapa-siapa. saya hanya membatin saja, tanpa dia beritahu, saya juga sudah tahu kalau di rumah juga tidak ada siapa-siapa.

p1080789.JPG p1080788.JPG p1080787.JPG p1080800.JPG

‘ke-sunyi’an ini memang sudah tertebak sejak ayah meninggal. hingga saya sempat ketakutan mati-matian dan berusaha menghindari lebaran. iya, lebaran lalu saya juga sangat takut merasa kesepian di rumah. saya sempat mencari penerbangan ke bali untuk liburan saja. tapi semuanya fully booked!

jadi, bersyukurlah kalian, yang dikitari oleh orang-orang yang sayang sama kalian. pasangan kalian, keluarganya, keluarga kalian, teman-teman di sekitar kalian. rasa syukur ini kadang bersembunyi entah dimana saat mereka –orang-orang di sekitar kita– sungguh ada dan menghujani kita dengan energi kasih yang sangat besar. dan begitu mereka tidak ada, kita sangat merasa kehilangan-kesepian.

natal ini, saya sudah ambil cuti, 21-26 desember 2006. saya pastikan, meski tak ada siapa-siapa, meski sendiri, saya akan menghabiskan natal di jogja.

Written by femi adi soempeno

November 25, 2006 at 9:29 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: