The red femi

NoBra

leave a comment »

no bra?

penggalan kata itu terasa ‘nakal’ di telinga saya. “wah, jadinya nggak pakai kutang?” begitu sebaris kalimat yang berjejalin di benak saya. kemudian bayangan nakal pun bermunculan. tidak pakai kutang, lalu bersebelah-menyebelah dengan siapa? apa yang dilakukan ketika tanpa kutang itu? selama berapa lama tidak mengenakan kutang? lampunya mati atau hidup saat mencopot kutang?

waduh …

sebulan terakhir ini, teman-teman di rumah sewa saya di bilangan palmerah sedang gemar ber-no-bra. wadaw. bayangkan. ada sekitar 13 permpuan muda dari beragam usia yang ber-no-bra bersama-sama. duduk dalam gelap, sebelah-menyebelah. potluck, setiap anak mengusung makanan maupun minuman dari dalam kamar. makan rame-rame. tentu saja, sembari ber-no-bra.

sesekali hening tercipta. tak lama, ada yang memekikkan suaranya. menjerit kecil. kemudian ada yang terbahak. sesudahnya, saling ber-“psssssst!!!!”. satu-dua keterdiaman yang lain, satu-dua diantaranya mencoba menganalisa, mengulas, menelaah apa yang tengah terjadi. menjadi pribadi yang sok.  sesekali, terdengar keripik yang remah tergigit dengan sempurna.

no bra.

no bra.

awalnya, kata ini didesain untuk menunjuk acara di ujung minggu, yaitu nonton bareng. whoops. no-bar alias nonton bareng, kemudian dipelesetkan dengan nakal menjadi no-bra. tetapi, yang sesungguhnya terjadi bukannya bermakna ‘tidak mengenakan kutang’ tetapi nonton bareng. itu saja.

Written by femi adi soempeno

December 15, 2006 at 8:33 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: