The red femi

capcay kimley

leave a comment »

bagaimana ya menuliskan kimley?

kimlay? kimley? kim-lei? kimlei? kim-ley? chim-lai? sebodo ah, tapi saya setiap hari membungkus seporsi capcay bikinannya. pesanannya selalu sama: capcay kimley, tanpa micin dan tanpa nasi. banderolnya Rp 6000. sesudahnya, OB membungkuskan dari warung kimley di bilangan rawabelong.

isinya standar, sawi putih, hijau, udang, cumi, baso, wortel dan kembang kol. “jangan makan kembang kol! itu semprotan penghilang hamanya dan penumbuh cepatnya banyak!” seru paimun, teman saya, yang adalah petani di kampung halamannya. waduh.

meneketehe kalo ada semprotan penghilang hama dan penumbuh cepatnya banyak. dan, bagaimana bisa saya memesan seporsi tanpa kembang kol. bisa-bisa, seporsi cuma dapat sesuap. sehat sehat sehat. saya sedang mencoba hidup sehat. tanpa nasi, tanpa micin, tanpa gula.

hasilnya?

badan saya gemetar saat berada di lapangan. kepala mulai pusing. saya lapar. kalau ayah dan ibu tahu, pasti mereka marah. saat ini mereka bisa tahu, tapi tak bisa marah.🙂

saya hanya mencari sayurannya saja. andai saya punya waktu untuk memasak, pasti saya memasak sendiri. sayangnya, bukan cuma soal waktu yang saya nggak punya untuk memasak seporsi capcay, tetapi kemampuan memasak juga tidak ada.

jadinya, saya meminta tolong kimley untuk membikin seporsi capcay untuk saya.

Written by femi adi soempeno

March 30, 2007 at 3:33 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: