The red femi

menjadi pensil

with 5 comments

“saya hanya ingin menjadi pensil,” kata saya pada diri sendiri, pagi tadi.

saya menemukan sebuah cerita yang menggetarkan hati (cailah … lambemu fem, pake istilah ‘menggetarkan hati’) eits, tetapi bener kok. cerita ini membuat saya menutup kumpulan cerita itu, dan membacanya ulang.

ceritanya begini. pembuat pensil menyampaikan pesan kepada pensil sesaat sebelum memasukkannya ke dalam kotak. “ada lima hal yang harus kamu ketahui sebelum kamu saya mengirim kamu ke dunia. selalu ingat pesan ini dan jangan pernah melupakannya. maka, kamu akan menjadi pensil terbaik di dunia.”

pertama, kamu akan bisa mengerjakan banyak hal hebat kalau kamu membiarkan dirimu dipegang dalam tangan seseorang. kedua, kamu akan merasa sakit setiap kali diraut, tetapi kamu memerlukan itu untuk bisa menjadi pensil yang lebih baik. ketiga, kamu akan bisa memperbaiki setiap kesalahan yang kamu lakukan. keempat, bagian yang paling penting dari kamu yaitu kamu akan selalu  berada di dalam. kelima, pada setiap permukaan dimana kamu digunakan, kamu harus meninggalkan jejak. apapun kondisinya, kamu harus terus menulis.

pensil mengerti dan berjanji untuk selalu ingat pesan itu. lalu masuk ke dalam kotan dengan tujuan di hati.

dan saya.

saya ingin menjadi seperti pensil. pertama, saya hanya akan bisa mengerjakan banyak hal hebat, tapi hanya jika membiarkan diri saya berada dalam tanganNya. dan membiarkan orang lain ‘menggunakan’ saya agar banyak anugerah yang saya miliki. kedua, saya akan mengalami sakitnya ditajamkan dari waktu ke waktu, dengan melalui berbagai pengalaman, tapi saya memerlukannya untuk menjadi kuat. ketiga, saya akan (harus) dapat mengoreksi kesalahan yang saya buat. keempat, yang paling penting dari saya adalah apa yang selalu ada dalam hati dan jiwa saya. kelima, pada setiap permukaan yang saya lalui, saya harus meninggalkan tanda. apapun situasinya, saya harus terus mengerjakan kewajiban saya.

nah, disitu, si penulis buku kemudian juga menuliskan: segala sesuatu yang dijumpai di tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga (pengkhotbah 9:10a) 

iya, saya ingin menjadi pensil.

(ps: ayah, agaknya telepon ayah buat si bungsu adalah yang terakhir tahun lalu. tapi saya masih beruntung yah, esti menggantikan ayah. pagi-pagi buta dia membangunkan tidur saya untuk sekadar berbagi harap dan ucap. saya masih ingat betul, waktu itu saya membisiki ayah, “besok jangan lupa telepon femi ya! pokoknya, ayah yang harus telepon duluan!” dan benar, pagi itu adalah pagi terakhir pada 4 april ayah menelpon saya.

saya juga masih beruntung dikelilingi oleh teman-teman yang menemani saya di usia ‘baru’ ini. ya, saya tahu persis, 27 tahun bukanlah 17 tahun. tidak muda lagi, tidak bergemerincing lagi, tidak norak lagi. tetapi, walau ayah dan ibu tidak ada di usia ini, saya masih punya kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, iya, kamu juga, dan kamu, kamu, kamu … yang menguatkan saya betapa berartinya sebuah usia. terima kasih banyak. saya masih dikelilingi kalian, sahabat, teman, teman jauh, keponakan. 

“sana doa buat ayah ibu, minta hadiah …” kata esti. iya, pasti.)  

Written by femi adi soempeno

April 4, 2007 at 7:13 am

Posted in Uncategorized

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. nice posting indeed, be the best pencil possible ..as people needs a great pencil to write their messages..🙂

    kind regards from West Africa..

    Kampret Nyasar

    April 4, 2007 at 10:39 am

  2. fem..
    ini menggetarkan hati saya loh😉 *halah, lambemu cyn.. *

    missin u🙂

    cyn

    April 4, 2007 at 10:55 am

  3. menyejarahlah dengan mantap, nduk..

    mbe.. mbe.. lambenee!!

    mbahatemo

    April 5, 2007 at 9:37 am

  4. ini tenannnn ik… bergetar sisan hatiku… malah ga cuman hatiku… wetengku yo bergetar2…. *gara2 luwe biangeeed* :p

    bebek

    April 5, 2007 at 8:50 pm

  5. Tante Femi, selamat ulangtahun, ya!

    bram

    April 12, 2007 at 6:48 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: