The red femi

ayah datang

leave a comment »

ayah sudah datang.

iya, ayah datang sejak senin malam lalu. ayah membersihkan buku-buku di kamar. agaknya, ayah tengah menyiapkan acara setahun kepergiannya meninggalkan saya dan esti.

“lho, mas sum kok ono nang kene … ” begitu sapa bulik pada ayah.
“iyo, beres-beres buku nang kamar …” begitu jawab ayah, lalu pergi.

bagaimana ayah tahu bukunya sudah berpindah di kamar semua saat ini. iya, saya sudah mengubah separo kamar untuk menggudangkan buku-buku milik saya dan esti. sementara, buku ayah tetap ada pada tempatnya. tapi, sejak dulu tidak ada buku di kamar karena memang ayah tidak menyetel kamar sebagai ruang buku.

ayah datang menjelang peringatan setahun kepergiannya.

menurut bulik, ayah bersih. ayah datang dengan celana kutungnya yang khas, warna hitam panjangnya 7/8 atau sebetis itu, dengan kaos putih. “mas sum ketoke apik kok fem, wong resik. bedo karo pakde suryo sing biyen teko nganggo katok cendek elek banget …”

tiba-tiba hati saya kemrenyes. sedih, jadi kangen sama ayah. betapa hingga setahun kematiannya, saya masih terus pulang, menjenguk ayah di rumah dan di rumahnya, dan tidak mengubah sejengkal pun bentuk maupun isi rumah serta properti ayah.

ayah datang menjelang peringatan setahun kepergiannya. saya rindu dengan ayah.

Written by femi adi soempeno

May 6, 2007 at 4:37 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: