The red femi

Rok satin baru buat Femi

with one comment

Pernah melihat saya pakai rok?

Rok sekolah, barangkali. Terakhir saya mengenakan rok batik dan kaos hitam adalah Desember 2005 saat ayah dan saya membikin peringatan 5 tahun meninggalnya ibu, di rumah. Waktu itu banyak orang yang tidak menyangka itu adalah Femi (*aduh, please deh!*) Jadi, saat mereka datang dan menyalami saya, mereka masih bertanay, “Femi mana?” gedubraaak …

Tapi saat ini saya punya rok.

Jumlahnya dua, dibikin oleh nenek saya di desa. Rok satin berwarna emas dan hitam. Bahannya jatuh, mengkilap, dengan dibubuhi asesoris yang saya angkut dari toko Enam Sembilan di bilangan pingit. Hore! Saya punya rok!

Jahitan nenek saya rapi sekali. Kalian juga pasti tak akan menyangka itu adalah rok yang dibikin oleh nenek-nenek usia lebih dari 70 tahun. Saya meras abersyukur punya nenek yang masih bisa membikinkan saya rok. Dan … ini jarang sekali terjadi dalam hidup saya: Femi pake rok!

Hitamnya mengkilap. Bisa jadi, lebih gelap dari gulita. Kilauannya datang dari sulur benang yang indah. Manik payet mendekap dada saya, persis di belahan bagian depan yang membentuk huruf V. Emasnya juga begitu. Cokelat renda menggaris horisontal di bagian perut dan bentuk leher.

Iya, Femi pake rok!

Written by femi adi soempeno

May 26, 2007 at 3:57 am

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. hawis sakmestine kwe rok-rokan!

    mbahmu, ngger!

    May 30, 2007 at 11:22 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: