The red femi

VVIP D-42

with one comment

Saya berkabar pada abang, saya lagi nonton jazz dan duduk di kelas VVIP. Persisnya, duduk di barisan nomor 4 dari depan.

“Liat dimana? Ikuut … :(( ” jawab abang lewat pesan pendeknya.

Wah, rasanya saya ingin buru-buru bercerita tentang Grandfather Bubi Chen yang berkolaborasi dengan Oele Pattiselanno (gitar) dan Benny Likumahuwa (trombon).

Bubi Chen dan Virtuoso mengawal senja yang kian menggulita. Jemarinya lincah menari diatas tuts berwarna putih dan hitam. Padahal, jalannya tertatih, dengan tongkat panjang sebagai penyangga sekaligus penyeimbang tubuhnya. Di depan dan belakang, maestro  jazz Indonesia ini masih dikawal satu-dua orang.

Bubi Chen, pianis jazz yang ditempeli gelar Art Tatum from Asia oleh Downbeat Magazine itu tetap bermain luwes meski usianya nyaris menginjak 70 tahun.  Malam itu, atas permintaan Tony Prasetyantono, dia membawakan Somewhere Over The Rainbow, bersama dengan saxofonis Didiek SSS.

Ruth Sahanaya menutup malam. Andaikan kau datang kembali. Jawaban apa yang kan kuberi. Adakah cara yang kautemui. Untuk kita kembali lagi.

Humm …  

(ps; mbakyu, terimakasih ya tiket gretongannya. lebih baik dari JGTC di UI, bukan!)

Written by femi adi soempeno

May 26, 2007 at 6:14 am

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. wuih… VVIP ma men..
    *ngiler*

    cyn

    May 31, 2007 at 5:08 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: