The red femi

Pete

with 3 comments

Pete. Petai.

Saya tidak suka pete. Tapi Tiwi dan mas Julius suka. Esti, ibu dan ayah juga suka pete. Saya tidak suka pete.

Hummm …

Ruangan tengah yang setengah terbuka itu ingar-bingar oleh tawa Maya, Tiwi dan celoteh katro Lisa. Juga, suara mas Amir. Pras dan mas Islah tidak kelihatan. Sedangkan mas Julius menebar senyum dan sesekali olokan kecil untuk Lisa.

Sabtu kemarin kami mensyukuri berkat dariNya. Tiga puluh bungkus ayam pak Kromo yang diangkut Kunto dari belakang Ambarukmo, tiga puluh minuman kaleng, dua boks puding dan segerobak celoteh riang.

Semuanya senang. Semuanya lapar. Semuanya kenyang.

Kami tak membicarakan buku. Capek. Kami justru dihibur Lisa yang terus saja membadut setiap hari. Sembari satu suapan ayam mengasup energi. Satu gigitan peyek kacang. Satu jumputan oseng-oseng pete.

Saya meminggirkan pete. Saya juga meminggirkan 80% porsi nasi. Dan Lisa terus menghibur kami. Tentang nama Lisa Klentik yang dia percaya sebagai nama suci, hingga hisapan sebatang rokok yang tak bakal habis saat melewati kotanya di pucuk Sumatera.

Lebih dari keriangan di Sabtu yang menggembirakan itu, ada sesuatu yang kian menggaris di benak saya. Iya, soal kebersamaan. Terdengar klise? Tidak juga.

“Femi, mbak ini sudah bersusah payah mencetak buku kita dan menepati deadline cetak.” kata Kunto. Atau, “Femi, kalau nggak ada mas ini, spanduk besar kita nggak muncul di perempatan Gramedia.” Atau, “Tanpa dia, Femi, buku kita tidak akan terdistribusi dengan baik.”

Humm … adem.

Bandingkan kalau yang terdengar di kuping saya ini, “Femi, dia ini bagian percetakan, nah, kalau mas ini yang masang-masang spanduk, dan mbak ini bagian distibusi dan sirkulasi …”

Terimakasih. Jejalin dan reriungan ini begitu sederhana. Sepertinya, sesederhana kita semua memaknai arti pertemanan-bawahan dan atasan, bos dan karyawan.

Eh, tapi tetap saja lo, saya nggak suka pete.

Written by femi adi soempeno

May 27, 2007 at 4:11 am

Posted in Uncategorized

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. cara bikin alur critanya keren…!!!

    eh,jengkol beda ama pete..!!!
    coba deh…!!

    escoret

    May 29, 2007 at 9:19 am

  2. hmm pete kok nggak suka. asyiknya tuh makan sayur asem yang banyak petenya. dicampur dengan oseng-oseng jengkol. sesudah itu sedikit mengudap buah durian montong. ahh! nikmatnya dunia…

    kalo ada bau dari mulut atau knalpot, ya itu urusan orang lain yang mau-maunya membuka hidung.

    anyway, atasan-bawahan harus tetap ada jarak, meski tak berarti membatasi pertemanan.

    munggur

    May 30, 2007 at 12:48 am

  3. hare gene ga suka pete?
    plis deh fem >> wakakakakaka dah mulai katro..

    -pete lover-

    cyn

    May 30, 2007 at 4:14 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: