The red femi

saya piknik sebentar

with one comment

saya pergi sebentar saja ya. sebentaaar saja.

eropa.

ya, saya ke eropa. persisnya, di Berlin untuk dua bulan. ini perjalanan pertama saya ke eropa. iya, 27 tahun, ke eropa untuk yang pertama kalinya. bisa jadi, orang2 lain sudah plesiran ke eropa lebih muda ketimbang saya. bisa jadi saat mereka 12 tahun, 20 tahun, atau 24 tahun.

kalau nggak dibayarin, bisa jadi saya juga nggak menikmati matahari yang hangat di berlin summer ini. :)  huwh. saya harus berterima kasih pada begitu banyak orang yang sudah membawa saya kemari. IIJ, mbak Luki, pabrik kata-kata tempat saya bekerja, kakak-kakak saya, teman-teman saya … dan juga tanda tangan nan sakti dari dua pemberi rekomendasi.🙂

mestinya perjalanan pertama terjauh saya adalah ke US menjumpai esti akhir summer nanti. Tapi, agaknya itu akan menjadi penerbangan terjauh kedua, tahun depan. Jadi, tahun depan saya harus mengembik di depan ruang chief editor dan minta ijin lagi ya. (humm … dikasih enggak ya?)

Penerbangan kemarin lancar, sangat lancar malah. Nggak ada delay, semuanya tepat waktu. Sempat transit di KLIA sejam, kemudian langsung terbang langsung ke Schipol Amsterdam dan transit tiga jam. Sesudahnya, berangkat ke Tegel, Berlin.

Di toko elektronik di bandara Schipol Amsterdam dijual film2 xxx mulai 29 euro sampai 59 euro. Hahahaha … kalau di Tegel Berlin malah ada Sex Shop di bagian pintu keluar bandara. Waaa …

Di Tegel aku dan Orin dan –ternyata– beberapa teman-teman dari afrika  dijemput oleh Holger, Margret dan Daniela. ketiganya adalah ‘journalist-sitter’ selama di Berlin. kami kemudian naik taksi yang bentuknya fan. Lumayan, daya angkutnya banyak. Sampe ke lokasi yang hanya sekitar 20 menit, menghabiskan 15.50 euro. Kebayang mahalnya naik taksi di sini.

bersama dengan yang lain, saya tinggal di apartemen di Iranissestrasse. kamar saya lumayan besar, dengan dapur yang muat untuk makan berempat. Asik, bisa masak. Hummm … tapi masak apa ya? Femi kan nggak bisa masak! Haha …

Daniela  menunjukkan beberapa tempat untuk belanja, menelpon, makan, stasiun kereta terdekat. Lumayan, jadi sedikit lebih mengenal.

Untung belakangan ketahuan punya fatty liver dan harus diet ketat. sarapan roti dan cokelat hangat, plus sedikit salad, dan makan malam apel? itu mah sudah biasa sejak di Jakarta. Jadi nanti kalau pulang saya semakin langsing jangan kaget ya.

saya udah dapat pass tiket kereta sebulan senilai 70 euro. Plus, uang makan selama setengah bulan. Tapi mereka ternyata nggak mau rugi, nilai ratusan euro itu sudah dikurangi acara khusus besok malam yaitu welcome dinner senilai 13,20 euro. Hahaha … bayangkan kalau hanya makan apel saja, nggak sampe 1 euro pasti! (dasar orang Indonesia!)

besok kami akan mendapat pinjaman ponsel dan nomer dari jerman. Jadi, bisa sms ke indonesia. Tapi … sms siapa ya?

Ngomong-ngomong wine nya menggoda nih. Wine perancis bisa dijual dengan harga 4,50 euro. bahkan, banyak yang bisa dijual dengan 1 bla bla bla euro saja. Enaknya minum nggak ya? personally saya udah siap-siap bawa bukaan botol wine nih. Malah, bukaan beer enggak punya. Padahal beer nya juga menggoda. Waaaa …

Written by femi adi soempeno

June 2, 2007 at 2:52 pm

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Waaa.. aku umure wis 28punjul, dan durung tekan eropah..

    gutlak Fem! ojo lali oleh2..😉

    indra

    June 19, 2007 at 9:05 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: