The red femi

Plak-plek

with one comment

Ada yang namanya austin disini sukanya plak-plek alias ndemek-ndemek perempuan asia. Hahahaha …

Aku sendiri sampai parno dan menjaga jarak minimal 4 feet dengan dia. abisnya dia sedikit2 pegang lengan gitu. gue kan kaget banget. Orang hitam yang lain nggak kayak begitu. Cuma dia aja yang kayaknya agak maniak.

One day gue keceplosan curhat sama Judy dan Doris, dari filipina. Keduanya perempuan. Saat itu kami tengah makan siang di gedung parlemen berlin. aku udah enggak tahan banget, sebelahan sama austin dan setiap hari lenganku dicolek. Mending kalo nyoleknya kena baju atau gimana gitu. enggak, dia seperti sengaja mencari bagian yang langsung ke kulit. Geli nggak sih!

Ternyata bukan Cuma ke gue aja. Ke judy dan doris juga begitu. Pada keduanya, mereka malah berlebihan banget. Mereka bilang doris punya kaki yang bagus – saat doris pake rok ke kelas. Bahkan, dia sudah ngajak doris untuk dinner berdua aja. Haaaaaaaaa … Terang aja doris menolaknya.

Sejak itu, si austin ini menjadi topik pembicaraan yang palinghangat setiap kami makan siang atu pulang bareng. Untungnya, si austin ini tinggal berbeda apartemen dengan kami. Jadinya, kami aman!

Hari minggu lalu usai city tour, semuanya terpisah nyebar. Teman2 pada mau renang. Aku dan orin memilih untuk jalan-jalan mengulangi city tour tersebut, tapi dengan jalan kaki. Aku mengganti celana kapri ku dengan celana pendek. Kami berdua berangkat buru2 sebelum austin datang ke apartemen kami.

Mak jegagik … saat keluar dari pintu depan, nggak taunya austin muncul! Haa … aku langsung buru2 njawil orin agar segera pergi. Saat orin ditanya mau kemana, aku langsung menyerobot untuk menjawab, “kami mau ke rumah teman kami … bye …” padahal, mau jalan-jalan. Di sepanjang jalan, orin ketawa nggak berhenti. Asem. “Lo sih menghindar dari austin. Nggak taunya pas lo pake celana pendek begitu, malah ketemu dia kan!”

Aku menjadi takut sendiri dengan si austin itu. Setiap kali ada apa-apa, aku langsung menjauh dan memilih dengan orang kulit hitamlainnya yang nggak se maniak dia. begitu juga doris dan judy.

Saat orin dan aku pergi, ternyata teman-teman yang tadinya mau renang ini hanya jalan2 aja. Pas mereka pengen foto-foto, semua orang minta foto single alias sendiri-sendiri. eh, si austin ini minta bareng dengan judy, lalu yang kedua bareng dengan doris. Dan, saat bareng dengan doris, dia mengalungkan tangannya ke bahu doris. Langsung doris mbentak, “stop doing that!” gara-gara digituin, sejak hari minggu itu, austin nggak ngajakin ngomong doris dna menghindar dari dia. Hahahahaha … mujarab ya.

Pernah aku sengaja menyilangkan kakiku di dekat meja dia. aku pake sepatu sandal yang sudah pasti alasnya berdebu dan kotor. Smeentara dia pake celana kain hitam. Aku sudah memastikan saat dia duduk kakinya akan mengenai alas sepatuku. Dan … benar! Dia lalu ngelihatin aku sambil membersihkan celananya yang kotor karena alas sepatuku! Hahahha … weee …

Sudah hitam, bahasa inggrisnya dikulum-kulum, plak plek lagi!

Written by femi adi soempeno

June 11, 2007 at 6:39 am

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. been there and done that for sure… hehehehehe
    malah lebih galak dari doris😀

    cyn

    June 19, 2007 at 2:46 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: