The red femi

yang lain pun mengekor (3-habis)

with one comment

Dimana-mana, meniru itu lebih mudah daripada menciptakan. Ini juga terjadi pada Velotaxi GmbH, perusahaan becak asal Jerman yang sukses membiakkan becaknya hingga ke Amsterdam, Prague, Roma, Athena, Ryadh, Jepang, dan Korea.

Usai menciptakan sistem pengelolaan becak, perusahaan milik Ludger Matuzewski ini memproduksi sekitar 200-250 unit becak setiap tahun. Perusahaan ini bertahan dengan pendapatan sekitar € 1,2 juta-2 juta per tahun.

“Hingga saat ini, sudah lebih dari 1000 becak tersebar di penjuru dunia,” kata Klaus C Ulbricht, COO Velotaxi GmbH. Setiap hari, sambungnya, ia menerima sekitar 20-30 surat permintaan dari seluruh pelosok dunia untuk menjadi partner Velotaxi.

Melihat permintaan yang begitu besar dengan angka produksi yang sedemikian mungil, mengindikasikan bahwa ceruk bisnis becak ini masih menganga lebar. Dus, mestinya celah ini juga bisa diisi oleh pemain-pemain lain yang berminat membenamkan koceknya ke bisnis angkutan ramah lingkungan ini.

Pemain yang datang dan cukup agresif mengisi pasar becak di Jerman adalah Kai Luebeck. Perusahaannya, Bike Taxi GmbH menjumput konsep yang serupa dengan perusahaan Matuzewski. Yaitu, angkutan becak yang menawarkan jasa bagi penumpang reguler maupun turis.

Matuzewski juga masih harus masih ada Rikscha-Mobil, Perpedalo, Bielefeld dan beberapa perusahaan becak lain yang sejenis yang tersebar di pelosok Jerman. Disinilah Matuzewski harus menjegal lawan bisnisnya agar tak menggerus laba perusahaannya.

Luebeck, misalnya. Layaknya hukum persaingan, siapa yang datang belakangan bisa berkreasi dengan produk yang sudah ada. Tinggal tambah ini-itu, maka jadilah produk baru. Ini juga yang terjadi pada Bike Taxi miliknya yang bermarkas di Prenzlauer Berg, Berlin.

Berpotensi membesar

Bike Taxi datang tak seratus persen sama persis dengan Velotaxi. Lihat saja kreasi beragam bentuk becak yang dimilikinya. Bukan Cuma lengkungan kabin yang menghalau terik dan rintik hujan seperti Velotaxi, tetapi komplit dengan variasinya.

Misalnya becak model Peking. Kabin di becak ini bisa dilipat ke belakang. Rangka atapnya terbuat dari besi, sedangkan atapnya terbuat dari parasut plastik. Dus, kalau si penumpang ingin menikmati perjalanan sambil berteduh, kap ini bisa ditutup. Sebaliknya, kalau ingin menikmati musim panas, atap becak ini juga bisa dibuka.

Ada lagi yang model Dom yang sangat rapat tertutup. Kabinnya terbuat dari plastik menyerupai kabin Velotaxi. Sedangkan perusahaan, gerai, museum atau apapun yang ingin mengiklankan produknya, ada becak khusus mengusung plakat. Model ini dinamakan Promotion Bike.

Becak bikinan Bike Taxi yang paling seru adalah Conference Bike yang bisa dikayuh tujuh orang sekaligus. Becak model ini diproduksi di Hannover, Jerman. Biasanya yang menyewa ini adalah keluarga atau komunitas kecil yang ingin menikmati Berlin dengan cara yang ‘tidak biasa’. Maklum, meski dikayuh bertujuh, sepeda ini tetap berjalan ke satu arah yang sama.

Bike Taxi yang muncul tahun 1999 ini baru menggelontori Jerman dengan 27 unit becak saja. Sementara itu, orientasi pasar ekspor belum muncul dari perusahaan ini. Menilik bentuknya yang unik yang juga dibuntuti pemain lain di belakangnya, perusahaan ini memiliki potensi besar untuk menggerogoti pasar Velotaxi.

Bike Taxi juga memiliki tarif yang tak jauh berbeda dengan Velotaxi. Untuk jarak dekat, ongkosnya € 5 per km. Sedangkan untuk melayani turis, ongkosnya mulai € 30. Tarif yang serupa dimiliki oleh Perpedalo yang dioperasikan di Koln, dan Rikscha-Mobil yang dijalankan di Munchen.

Untuk melihat Koln diatas becak selama 30 menit, ongkosnya € 34. tarif per kilometer untuk Perpedalo sama dengan Velotaxi dan Bike Taxi, yaitu € 5. Belum lagi, banyak tukang becak yang mengoperasikan becaknya sendiri dengan tarif yang sama dengan tarif yang dipasang oleh perusahaan becak.

“Kami tidak gentar dengan pemain baru,” kata Ulbricht, optimis. Menurutnya, kendala di bisnis ini bukanlah para pemain baru yang mencoba menyedot dan menggeser pasar Velotaxi, melainkan pemenuhan kebutuhan pasar yang begitu besar.

“Kami menciptakan produk baru, yaitu City Cruiser 2,” katnya. Becak bikinan Velotaxi ini khusus lantaran digerakkan dengan mesin. Setiap minggu, becak ini butuh sekitar 300 ml methanol untuk mengangkut penumpang.

Kalau begitu, tunggu saja, pasti sebentar lagi bakal ada becak lain yang memproduksi becak bermesin sejenis. (**)

Written by femi adi soempeno

June 27, 2007 at 1:04 pm

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. kalau becak di jakarta malahan tidak bisa dipakai manusia.

    maklum, sudah jadi empon-empon tempat naungan ikan. mungkin poseidon suka diputer-puterin dayang-dayangnya naik becak bawah laut.

    satu putaran bayarnya 50 kerang…

    ps: asyiknya kalo nama-nama di atas dikasih link ke URL nya. jadi kita-kita tak susah pakai mesin pencari…

    munggur

    July 8, 2007 at 3:22 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: