The red femi

Doha round yang menyesakkan

leave a comment »

setahun sudah berlalu. pertemuan di hong kong sudah selesai. tetapi pembicaraan soal doha round ini baru saja dimulai. perdebatan filipino dan indonesian tak berkesudahan.

reriungan ini sempit, kecil, dan melelahkan. ya ampun, kami hanya berempat dan bukan pertemuan dalam jumlah yang besar. pembicaraan kami juga soal putaran doha dengan asumsi saat itu kami ada di sana. tetapi kesempurnaan sebuah pembicaraan agaknya menjadi target.

“sekarang masing-masing bikin satu tulisan, dan kita akan pilih untuk kita ajukan ke mentor,” kata doris. halah … berbicara saja agaknya tidak cukup. menulis. memetakan dan membuahkan tulisan yang s-e-m-p-u-r-n-a. padahal, daniela sudah menunggu diluar. ruang komputer akan segera ditutup.

saya berkejaran dengan waktu. saya juga berkejaran dengan tuts keyboard yang berlomba untuk mencari kosakata dan pengetahuan soal doha round di tengah gundukan huruf-huruf yang meng-kamus dan pengetahuan ekonomi. saya mulai menulis.

Hong Kong is a hope for poorer developing countries which are gathered in G90. They start counting and analyzing the impact of agricultural and trade rules for their daily life. In the coming months, Doha round would be a new timeframe in which the crucial details needs to be clarified.

Whether they are better or worse off after the Doha Round will depend on the negotiations. Otherwise, the world trading starts to collapse.

“Agriculture is the centre of this round and of the development dividends we seek from it. Removing distortions and restrictions in international agricultural trade is essential to unlocking the development benefits of trade reform,” said the spoke person of The Cairns Group and G20.

Furthermore, in 2003 and 2005, farmer’s organizations from 33 countries of all continents gathered and discussed about this problem. They has much to fear from a new fall of customs tariffs and government aid. It could be one of the reasons that its must be a new deal in Doha round.

tetapi, tulisan itu tidak dipake.

Written by femi adi soempeno

July 11, 2007 at 10:28 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: