The red femi

red light district!

with 2 comments

orang belanda bilang: Rosebuurt. red neighborhood.

“dimana red light district?” tanya saya pada seorang penjaga toko suvenir.

“saya tidak tahu pasti, yang jelas lurus saja setelah keluar dari toko ini …” jelasnya. waduh. cilaka mencit!

saya berjalan menyusuri trotoar. sekelompok pemuda menarikan capoera. menarik. mempesona. hum. trotoar ini semakin padat karena atraksi gratisan ini. tapi … trotoar di bagian lain juga sama sibuknya. bisa jadi, karena hari ini hari sabtu. tetapi, trotoar disini juga tidak senyaman di berlin. trotoar ini sibuk banget!

langkah-langkah kaki berjalan lambat, seolah tak ingin kehilangan momen. langkah-langkah kaki berjalan lambat, seolah menikmati sore yang panjang. langkah-langkah kaki berjalan lambat, karena tubuh terhenti oleh liukan perempuan manis dari balik kaca bening.

hummm.

bukan kacanya saja yang bening. tapi tubuhnya juga bening. berdiri miring, hanya ditutupi oleh secuil kain saja. mulus. hak tinggi membuat mereka semakin seksi. kepulan asap dari bibir merahnya membuat fantasi semakin menggelora.

di jembatan kanal, puluhan orang terhenti. berdiri mematung sambil menikmati rokok. selebihnya, menikmati suguhan dari balik kaca. gratis kok. kalau mau membuang duit, ya ketuk saja pintunya.

silakan pilih. ada di Walletjes area, letaknya persis di centraal station dan nieuwenmarkt. ada juga di Singel, yang letaknya antara raadhuistraat dan centraal station. satu lagi, ada di De Pijp, belakang rijksmuseum. mereka mengklaim, inilah kejujuran (keinginan) manusia yang sebenernya.

sudah enam tahun ini pemerintah belanda melegalkan prostitusi terbuka begini. malah, mereka juga membayar pajak. sayangnya, belum semua bank memberikan kemudahan kredit bagi mereka yang bekerja sebagai prostitusi di kawasan red light district ini.

tapi saat saya mampir ke Groningen, di kawasan ini ada juga red light district. sama seperti di amsterdam, kaca bening akan membuat malam tak lagi gelap. di kawasan lain seperti utrecht, juga ada canal-based red light district. di rotterdam, ada beberapa sex club dan privenhuizen atau private house. di alkmaar, ada juga red light bandwagon.

oo … ini to yang namanya red light district.

klik … klik … klik … saya memotret kawasan ini. sayangnya, nggak boleh motret para perempuan yang tengah bekerja. bisa-bisa, saya nggak balik ke berlin besok!

Written by femi adi soempeno

July 21, 2007 at 9:09 pm

Posted in Uncategorized

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Seneng yach, jalan – jalan dikawasan lampu merah. Hati – hati, karena banyak dealer dan pecandu yang gentayangan, lhoh.

    Majalah " Dewa Dewi "

    July 23, 2007 at 11:16 pm

  2. oalah Fem .. Fem .. kok gak pernah kabar-kabar lagi. Tak-pikir sibuk .. jebule sibuk tenan (sibuk cuci mata:)). Take care!

    ika

    July 24, 2007 at 6:10 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: