The red femi

dia datang

with one comment

dia datang. iya, laki-laki yang tujuh tahun silam menggores luka.

sapa hangatnya berbeda. langkah kakinya juga berbeda. bahkan, gaya bicaranya sudah berbeda. “orang memang butuh untuk berubah …” kata saya dalam hati. iya, bukankah benar demikian.

tujuh tahun, tetapi luka itu tidak pernah berubah. seperti yang saya bilang tempo hari, luka itu tetap saja luka. meninggalkan bekas yang dalam. tak pernah berubah. tapi apa saya tidak boleh menyimpan kekhawatiran saya?

dia yang datang dengan kasihnya kembali, iya, dia laki-laki yang tujuh tahun silam menggores luka. tapi mungkin dia akan menyakiti lagi. bukankah sepandai-pandainya orang berjanji, mana tahu akan terpeleset lagi kelak.

maka, tolong bikin saya percaya bahwa dia tidak akan menyakiti lagi. karena, tujuh tahun ini masih saja luka.

Written by femi adi soempeno

August 16, 2007 at 3:58 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. memang tidak mudah. tapi perubahan itu keniscayaan kok. lah, manusia kan mahkluk yang berubah-ubah. ha ha…menanti undanganmu makan 2 potong mendoan panas atau burger blenger di blok M, euy!

    musafirmuda

    August 20, 2007 at 10:52 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: