The red femi

santi

with 2 comments

dia membacanya. dia membaca saya.

meski seperti tidak bermakna, gurat di tangan kiri ini rupanya sebuah bacaan buatnya. kedipan matanya lucu. tetapi sorotnya tajam. dan dia terus berbicara, seperti membaca dongeng dari sebuah buku. tetapi ini bukan buku. ini adalah gurat di telapak tangan kiri saya.

suaranya riuh, tetapi penuh langgam. seperti ada harmoni yang sesuai diantara gesekan pohon bambu. tangan kirinya terus menyangga rokok menthol. konon, dari situlah energi untuk menopang pembicaraan kami. iya, dia berenergi. dia terus membaca saya.

benar.

benar.

benar.

benar.

semuanya benar. apa yang dibacakannya benar. sempurna! ceritanya sesuai alur. runut. dari prolog sampai epilog. dari appetizer sampai dessert. tentang penyesalan, pernikahan, anak, kisah cinta yang tertinggal, bintang emas yang bernama hoki, sekolah, penyakit gula darah, pengkhianatan, talenta, sifat yang melekat, dendam.

Tuhan, kami minta maaf  sudah mendahului Kamu.

terima kasih Santi. 

Written by femi adi soempeno

August 20, 2007 at 12:51 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. “Tidakkah menakutkan untuk mengetahui semuanya….”

    ngudoroso

    August 21, 2007 at 10:21 am

  2. hasss.. ra ajak2 kok piye?!😦

    mbahatemo

    August 22, 2007 at 8:35 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: